Sputnik V, Vaksin Covid-19 Pertama Dunia Milik Rusia Laris Manis

Sputnik V, vaksin korona buatan Rusia. (net)

Rusia meyakinkan masyarakat internasional, jika vaksin Covid-19 produksi mereka layak digunakan dan melewati serangkaian proses sesuai prosedur. CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev pada Selasa (11/8) menekankan, uji klinis fase ketiga vaksin virus korona Rusia akan dimulai Rabu (12/8) dan semua informasi akan segera dirilis ke publik.

Dmitriev juga menekankan, Rusia mampu memproduksi 500 juta dosis vaksin dalam 12 bulan ke depan, dengan produksi diharapkan dilakukan di luar negeri dan uji klinis akan segera dimulai di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Filipina.

”Pada dasarnya uji klinis Tahap 3 dimulai tepat setelah pendaftaran, jadi pada dasarnya tahap 3 akan dimulai (Rabu), kami akan luncurkan juga pada bulan Agustus, seperti yang saya katakan, di UEA, di Arab Saudi, dan Filipina, semoga juga di Brazil, dan negara-negara tersebut akan berpartisipasi dalam uji coba Fase 3,” papar Dimitriev.

”Semua data akan dipublikasikan untuk Fase 1 dan Fase 2. Kami juga akan mempublikasikan studi yang (dilakukan) Institut Gamaleya pada hewan,” tambahnya.

Baca Juga:  Dikirimi Surat Berisi Racun Mematikan, Trump jadi Target Pembunuhan

Dmitriev menyampaikan hal itu setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan persetujuan untuk vaksin Covid-19 setelah kurang dari dua bulan melakukan uji klinis pada manusia.
Kecepatan Rusia untuk meluncurkan vaksin Covid-19 memang membuat sejumlah ilmuwan mempertanyakan apakah Moskow lebih memprioritaskan gengsi negara ketimbang pengetahuan dan keamanan kesehatan.

Putin dalam rapat kabinet, Senin (11/8), mengumumkan, negara itu telah mendaftarkan vaksin pertama di dunia untuk melawan Covid-19, bernama Sputnik V. Rusia menamainya Sputnik V untuk pasar asing, yang mengacu pada satelit pertama dunia dan apa yang dianggap Moskow sebagai kesuksesan untuk menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin korona.

Dmitriev menambahkan, Rusia telah menerima permintaan dari lebih 20 negara untuk satu miliar dosis vaksin Covid-19 yang baru terdaftar tersebut. ”Kami dapat mengonfirmasi bahwa 1 miliar adalah permintaan, sebenarnya, sedikit lebih dari 1 miliar adalah jumlah permintaan awal yang kami terima dari lebih dari 20 negara,” terangnya. Vaksin Rusia tersebut diharapkan siap diedarkan untuk publik pada 1 Januari 2021, menurut sertipikat pendaftaran. (mel/jpg)