Bermutasi Jadi 3 Tipe, Ilmuwan Eropa Sebut Virus Korona Menjalar

Dunia terus berjuang melawan pandemi global Covid-19 yang mematikan. Untuk pertama kalinya, para ahli dari Inggris dan Jerman memetakan jalur evolusi dari virus Korona jenis baru yang menyebabkan Covid-19 terus bermutasi. Virus jahat ini terus bermutasi menjadi tiga versi penyebarannya di seluruh dunia.

Virus bermutasi dengan mengubah bentuk. Dan, para ilmuwan ini telah menempatkan mereka dalam tiga bentuk atau varian. Berita buruknya adalah Covid-19 masih bermutasi dan bisa berkembang lebih banyak lagi variannya.

“Virus ini terus bermutasi untuk mengatasi resistensi sistem kekebalan pada populasi yang berbeda,” kata para peneliti seperti dilansir dari AsiaOne, Selasa (14/4).

Para peneliti memetakan kembali jalur evolusi awal virus ketika menyebar dari pusat wabah di Wuhan, Tiongkok lalu menjalar ke Eropa dan Amerika Utara.

Dengan menganalisis 160 gen virus pada pasien, para ilmuwan menemukan varian yang paling dekat dengan yang ditemukan pada kelelawar. Anehnya, sebagian besar gen virus yang ditemukan dari kelelawar itu justru pada pasien dari AS dan Australia, bukan pasien di Wuhan. Jadi kesimpulannya, virus korona yang menyerang setiap negara atau benua, berbeda tipenya dan tingkat keganasannya.

Virus Korona Varian A

Para ilmuwan menggunakan data dari sampel yang diambil dari seluruh dunia antara 24 Desember 2019 dan 4 Maret 2020. Mereka menemukan bahwa jenis Coronavirus yang paling dekat dengan yang ditemukan pada kelelawar disebut dengan tipe A.

Temuan mengatakan tipe A juga ditemukan pada orang Amerika yang pernah tinggal di Wuhan, dan pada pasien lain yang didiagnosis di Amerika Serikat dan Australia. Namun, laporan itu tidak merinci siapa orang Amerika yang pernah tinggal di Wuhan dan bagaimana mereka terinfeksi.

Virus Korona Varian B

Lalu virus yang paling umum ditemukan di Wuhan adalah tipe B. Virus tipe B ini mendapatkan perlawanan dari warga Asia Timur.

Virus Korona Varian C

Tipe C adalah varian yang paling umum ditemukan di Eropa berdasarkan kasus di Prancis, Italia, Swedia, dan Inggris. Tipe ini belum terdeteksi pada pasien di daratan Tiongkok, meski telah ditemukan dalam sampel dari Singapura, Hongkong, dan Korea Selatan.

Ahli genetika dan penulis utama dari University of Cambridge, Dr Peter Forster, mengatakan ada banyak virus yang bermutasi cepat. Dan peneliti sedang melacak pohon keluarga Covid-19.

Tetapi para peneliti menyimpulkan bahwa varian A adalah akar dari wabah itu karena paling dekat hubungannya dengan virus yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling. Tipe B berasal dari A, dipisahkan oleh dua mutasi, sedangkan tipe C adalah anak dari varian B.

“Virus tipe B Wuhan dapat secara imunologis atau lingkungan diadaptasi pada sebagian besar populasi Asia Timur,” kata Forster.
“Mutasi di Asia Timur lebih lambat pada saat awal fase virus itu muncul,” jelasnya.

“Tapi satu hal yang pasti. Ini bukan waktu yang tepat untuk bepergian karena virus telah ditransmisikan dengan kecepatan yang luar biasa. Super cepat,” paparnya.

Sebagai contoh, penelitian ini melaporkan bahwa salah satu perkenalan awal virus ke Italia ditemukan pada seorang pelancong Meksiko, yang didiagnosis pada 28 Februari. Dia datang melalui infeksi Jerman.

Jerman pun tertular infeksi dari seorang warga Tiongkok di Shanghai, yang baru-baru ini dikunjungi oleh orang tuanya dari Wuhan. Para peneliti mendokumentasikan 10 kali virus itu bermutasi dalam perjalanan viral dari Wuhan ke Meksiko.

“Bagaimana melacak rute infeksi dari satu manusia ke manusia berikutnya, dan dengan demikian kami memiliki alat statistik untuk menekan infeksi di masa depan,” jelasnya. (*)