Peneliti Lacak Jumlah Pasien Covid-19 Lewat Pengujian Air Limbah

Ilustrasi

Berbagai cara dilakukan peneliti di seluruh dunia untuk mendeteksi secara masif berapa banyak sesungguhnya pasien Covid-19 di negaranya masing-masing. Sebab kini semakin banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berisiko paling besar menularkan kepada orang lain.

Sementara semua orang yang terinfeksi harus segera diketahui dan diisolasi agar penularan tak meluas. Di Australia sedang dikembangkan pengujian pasien Covid-19 dengan air limbah.

Peneliti Australia mengatakan pada Kamis (16/4) bahwa mereka mengharapkan untuk meluncurkan pengujian limbah mentah untuk mendeteksi seseorang dengan Coronavirus dalam beberapa minggu untuk menentukan komunitas yang berisiko. Pilot project pun sudah dilaksanakan seperti dilansir dari AsiaOne, Kamis (16/4).

Uji coba di Queensland oleh lembaga sains nasional CSIRO dan University of Queensland akan digunakan untuk mengembangkan sistem. Proyek baru ini menggunakan sistem yang ada dalam memantau air limbah, yang mencakup sekitar 57 persen populasi.
Dalam percobaan di Queensland, para ilmuwan dapat mendeteksi sebuah fragmen gen dari Coronavirus dalam limbah yang tidak diolah dari dua pabrik pengolahan air limbah.

Digunakan pada skala yang lebih luas, pengambilan sampel limbah akan dapat mendeteksi perkiraan jumlah orang yang terinfeksi di wilayah geografis tanpa menguji setiap individu. Pejabat saat ini menguji ribuan warga Australia setiap hari menggunakan tes konvensional.

Direktur sains tanah dan air CSIRO, Paul Bertsch, mengatakan proyek itu akan membantu pemerintah mengurangi pembatasan nasional terhadap gerakan publik. “Saya melihatnya sebagai alat pengawasan jangka panjang untuk mengurangi pembatasan,” kata Bertsch. “Ketika situasi mulai mereda, pemerintah perlu terus memantau penyebaran wabah,” jelasnya.

Australia telah menutup restoran, bar, dan banyak toko dengan menerapkan ancaman denda dan bahkan penjara untuk menghentikan pertemuan publik lebih dari dua orang dalam upaya memperlambat penularan. Langkah-langkah ketat telah membantu memperlambat laju infeksi harian baru secara drastis hingga satu digit, dari sekitar 25 persen beberapa minggu lalu, dengan total sekitar 6.500 infeksi, dengan 63 kematian.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa pembatasan sosial akan tetap berlaku setidaknya untuk satu bulan lagi. Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan deteksi yang lebih luas termasuk pengambilan sampel limbah akan membantu menunjukkan apakah ada Covid-19 kasus di komunitas yang lebih luas.

Profesor Universitas Queensland Kevin Thomas, salah satu peneliti pada uji coba saluran air limbah, mengatakan kemungkinan pengujian nasional akan tercapai dalam hitungan minggu. Cara ini dinilai bisa mencakup pengujian yang lebih luas dibanding uji tes konvensional lewat swab tenggorokan.

Bertsch mengatakan pengambilan sampel air limbah dapat dilakukan setiap hari. Sementara tes pertama akan dilakukan di pabrik pengolahan air limbah. Atau langsung mengambil sampel di lubang-lubang lingkungan warga. “Apalagi data Tiongkok menunjukkan virus dapat dideteksi dari tinja dalam waktu tiga hari, lebih cepat daripada banyak kasus yang terdeteksi dengan tes konvensional,” paparnya. (*)