RS Darurat Wuhan yang Dibangun dalam 10 Hari Ditutup

Pekerja medis membersihkan peralatan di Rumah Sakit Leishenshan, Wuhan, dengan disinfektan. Rumah sakit darurat tersebut telah ditutup setelah Wuhan berhasil menang lawan Covid-19 (STR / AFP)

Wuhan yang merupakan pusat wabah virus Korona jenis baru atau Covid-19, sudah bukan kota mati lagi. Kota di Tiongkok itu sudah pulih dan bangkit dengan tak ada lagi penularan lokal. Rumah sakit darurat sudah ditutup. Meski Tiongkok masih berjuang menahan gelombang virus kedua dengan pasien Orang Tanpa Gejala (OTG), namun Wuhan yakin semuanya bisa ditangani.

Rumah Sakit Leishenshan yang dibangun sebagai fasilitas darurat untuk merawat pasien yang terinfeksi virus Korona ditutup pada Rabu (15/4). RS itu sebelumnya langsung beroperasi setelah dibangun hanya dalam 10 hari.

Empat pasien terakhir dipindahkan pada Selasa (14/4) ke Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, untuk perawatan lebih lanjut. Rumah sakit sementara itu sebelumnya memiliki kapasitas 1.500 tempat tidur. “RS kami telah memenuhi misinya,” kata pimpinan Rumah Sakit Leishenshan, Wang Xinghuan, seperti dilansir dari AsiaOne, Rabu (15/4).

Sejak dibuka pada 8 Februari, rumah sakit menerima 2.011 pasien yang terinfeksi Covid-19. Dengan kasus-kasus serius mencapai sekitar 45 persen. Wang mengatakan, tingkat kematian keseluruhan di rumah sakit itu adalah sekitar 2,3 persen.

“Kami mencapai hasil yang cukup baik dalam merawat pasien dan menyelamatkan nyawa, bahkan dalam skala global. Ini berkat upaya terpadu dari lebih dari 3 ribu pekerja medis dari 286 rumah sakit dari seluruh negeri,” paparnya. “Setelah didesinfeksi sepenuhnya, rumah sakit akan tetap siaga dan tidak akan dibongkar,” kata Wang.

Wakil pimpinan Rumah Sakit Leishenshan, Yuan Yufeng, mengatakan empat pasien yang dipindahkan adalah berusia 80 tahun, dua berusia 70-an, dan satu 31 tahun. Mereka akan dirawat di bangsal unit perawatan intensif Rumah Sakit Zhonghan, dan akan dipisahkan dari pasien lain di rumah sakit.

Rumah Sakit Leishenshan dan Rumah Sakit Huoshenshan dipuji sebagai rumah sakit ajaib dalam pertarungan melawan penularan Covid-19. Rumah Sakit Huoshenshan, di pinggiran barat Wuhan, dibangun dalam 10 hari.

Sebelumnya pihak berwenang Wuhan memutuskan untuk membangun dua fasilitas medis karena jumlah pasien yamg membludak pada akhir Januari. Fasilitas sementara itu mencontoh pengalaman Rumah Sakit Xiaotangshan di Beijing yang dibangun dalam seminggu selama wabah SARS pada 2003. (*)