Pertama di Eropa, Slovenia Umumkan Wabah Covid-19 Berakhir

Warga Slovenia kembali beraktivitas di luar rumah dengan tetap mengenakan masker dan jaga jarak. Slovenia menjadi negara Eropa pertama yang mengumumkan wabah Covid-19 telah berakhir (JURE MAKOVEC/AFP)

Slovenia melakukan langkah mengejutkan terkait wabah Covid-19. Negara dengan geografis pegunungan dan berpenduduk dua juta orang tersebut percaya diri mengumumkan berakhirnya wabah Covid-19 di negara mereka. Slovenia menjadi negara pertama di Eropa yang mengatakan bahwa wabah epidemi di negaranya telah berakhir.

Presiden Slovenia, Borut Pahor, yang mengumumkan bahwa epidemi di negaranya berakhir. Hal itu dilakukan karena langkah-langkah luar biasa pencegahan sehingga penambahan kasus per hari makin minim. Namun, para ahli memperingatkan bahwa ancaman masih ada.

Pemerintah Slovenia mengatakan pada Jumat (15/5) bahwa penyebaran Covid-19 di negara tersebut bisa terkendali. Kini semua kebijakan perjalanan sudah terbuka lebar. ”Slovenia memiliki situasi epidemi terbaik di Eropa,” klaim Perdana Menteri Janez Jansa, seperti dilansir dari Al Jazeera.

Pemerintah Slovenia menambahkan bahwa penduduk Uni Eropa bebas untuk menyeberang ke Slovenia dari Austria, Italia dan Hongaria dengan melewati pos pemeriksaan yang telah ditentukan. Sementara sebagian besar warga negara non-Uni Eropa harus menjalani karantina 14 hari dan wajib.

Kasus Coronavirus pertama di Slovenia tercatat pada 4 Maret di sebuah pengungsian yakni warga yang kembali dari Italia. Kasus nasional diumumkan pada 12 Maret.

Otoritas Slovenia mencatat pertambahan kasus baru Covid-19 setiap hari kurang dari 7 orang dalam dua pekan terakhir. Jumlah kasus Covid-19 di Slovenia hingga Minggu (17/5) dini hari mencapai 1.465, dengan angka kematian 103 jiwa.

Slovenia memang masih memiliki pasien positif yang dirawat. Namun, pertambahan kasus sangat minim dalam satu minggu terakhir yakni kurang dari 7 kasus. Bahkan, pasa 14 Mei hanya ada pertambahan kasus positif.

Meski begitu, pemerintah Slovenia bukan berarti mengizinkan warganya boleh melakukan apa saja. Kebijakan-kebijakan tetap dibuat. ”Karena bahaya penyebaran virus Korona tetap ada, beberapa langkah umum dan khusus akan tetap berlaku,” kata pemerintah Slovenia.

Pertemuan publik tetap dilarang sementara aturan jarak sosial dan mengenakan masker tetap wajib di ruang publik. Awal pekan ini, pemerintah mengatakan beberapa pusat perbelanjaan dan hotel akan diizinkan untuk dibuka kembali minggu depan. Liga sepak bola dan semua kompetisi olahraga lainnya dapat dilanjutkan mulai 23 Mei.

Meskipun Slovenia mengumumkan mengakhiri epidemi, para ahli mengklarifikasi bahwa penyakit itu sebetulnya masih ada di negara itu. ”Tidak ada negara Eropa lain yang sejauh ini menyatakan epidemi telah berakhir sehingga kami juga harus berhati-hati di Slovenia. Virusnya tetap ada,” kata pakar penyakit menular Mateja Logar. (jpg)