Mantan Ketua DPD RI Nilai Anwar Ibrahim Berpeluang Besar jadi PM Malaysia

73

Setelah pengunduran diri Muhyiddin Yassin dari jabatan Perdana Menteri Malaysia diterima raja, Senin (16/8/2021), kini muncul sejumlah nama yang akan menggantikannya.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman mengatakan, saat ada sejumlah nama tokoh yang muncul dan dirinya mengenali beberapa di antara mereka, termasuk pimpinan UMNO Ahmad Zahid Hamidi dan Anwar Ibrahim.

Namun demikian, kata Irman, Anwar berpeluang besar untuk meraih suara parlemen dan menjadi perdana menteri menggantikan Muhyiddin.

Dengan pengalaman dan sepak terjangnya selama ini, Anwar diyakini Irman juga mampu merangkul semua kekuatan politik di Malaysia.

“Anwar Ibrahim berpeluang besar. Kemungkinan terpilihnya besar sekali. Beliau itu saya sebut PM in Waiting. Mestinya, setelah Mahathir menjabat dua tahun saat itu, Anwar Ibrahim yang meneruskan, tapi karena ada komitmen yang tidak ditepati, situasi jadi berubah,” ungkap mantan senator asal Sumbar ini.

Anwar juga dinilai Irman sosok oposisi yang bersih dan konsisten dalam memperjuangkan idealismenya demi negara dan rakyat. “Berbagai tuduhan yang dialamatkan padanya, tak satupun yang terbukti hingga terakhir  dibebaskan Pak Mahathir,” imbuhnya.

Perjuangan Anwar selama ini, kata Irman juga sangat sejalan dengan apa yang disampaikan Raja Malaysia ketika pertemuan pimpinan partai, Selasa (17/8/2021). Yakni jalan politik baru.

“Jadi, seperti yang disampaikan Anwar seusai bertemu raja, isunya saat ini tidak hanya soal perdana menteri baru, bukan semata-mata soal kekuasaan, tapi bagaimana mengagas suatu bentuk politik baru yang lebih membuat aman dan memberi kenyamanan bagi rakyat,” ungkap Irman.

Artinya, kata Irman, politik yang benar-benar menentramkan rakyat dan menjaga harmoni antar kekuatan partai politik yang ada. Hal itu yang menjadi perjuangan Anwar selama ini.

“Tidak ada lagi politik balas dendam. Yang menang seharusnya menghargai yang kalah dan merangkul semua kekuatan politik yang ada untuk membangun kesehatan dan ekonomi negara. Apalagi saat ini pandemi masih berlangsung,” ungkap Irman.

Sementara itu, dari sisi hubungan dengan Indonesia ke depan, menurut Irman akan sangat baik sekali jika itu terwujud. Apalagi selama ini Anwar sangat mengenal dan berteman dekat dengan para tokoh nasional di Indonesia, termasuk dirinya.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Meluas di Singapura, Pasar Hingga Toko Mirip Kota Hantu

“Buktinya, saat peringatan HUT RI kemarin, Pak Anwar juga menyampaikan turut memperingati negeri sahabatnya Indonesia yang memperingati hari Kemerdekaan yang ke-76,” kata tokoh kelahiran kota Serambi Mekkah, Padangpanjang, Sumbar ini.

Saat HUT RI kemarin, Anwar di akun Twitter pribadinya @anwaribrahim mendoakan Indonesia terus kokoh dan kebhinekaannya terus dipelihara. Juga tetap kuat terutamanya dalam menghadapi tantangan pandemi saat ini.

Selain kedekatan itu, kata Irman, Indonesia sangat berkepentingan dengan Malaysia karena banyak warga negara bekerja di negara itu, lalu kerja sama bisnis dan perdagangan di antara negara serumpun.

Hubungan dengan Indonesia juga bakal terjaga keharmonisannya. Apalagi Anwar sangat mengenal dekat tokoh-tokoh nasional di Indonesia.

“Saya sudah kenal Pak Anwar itu sejak tahun 87-an, ketika saya kuliah di salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Saat itu, saya bersama rekan-rekan yang tergabung di organisasi mahasiswa Islam dunia mendengarkan paparan dari Beliau sebagai menteri PDK, terakhir kami bertemu Februari 2020 lalu di Kuala Lumpur,” jelas Irman.

Dari sisi hubungan dengan Sumbar, kata Irman, juga ada. Anwar mewakili Port Dickson, Negeri Sembilan, tempat warga Minang banyak bermukim. “Leluhur masyarakat Negeri Sembilan itu berasal dari Minang,” ungkap Irman yang juga salah seorang tokoh Muhammadiyah ini.

Sebagai orang yang pernah menjadi Wakil Perdana Menteri, Irman yakin jika Anwar terpilih bisa bersama-sama dengan rakyat dan tenaga kesehatan di Malaysia mengatasi pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi.

“Jadi, kita berharap bisa lebih baik dalam memulihkan kesehatan, menjaga demokrasi dan ekonomi negara,” harap Irman.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muhyiddin Yassin ditunjuk sebagai Perdana Menteri (PM) sementara Malaysia setelah pengunduran dirinya diterima oleh raja, Senin (16/8/2021).

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh istana nasional, dikatakan bahwa raja telah menerima surat pengunduran diri dari Muhyiddin dan seluruh Kabinet yang berlaku mulai Senin (16/8/2021).(idr)