Arab Saudi Lockdown Selama Lebaran

ILUSTRASI. Arab Saudi akan menutup negaranya (lockdown) pada 23-27 Mei demi menekan angka kasus Covid-19. (Anadolu)

Arab Saudi akan memberlakukan jam malam 24 jam di seluruh negeri selama liburan lima hari Idul Fitri Muslim akhir bulan ini. Sehingga Arab Saudi akan menutup negaranya (lockdown) pada 23-27 Mei demi menekan angka kasus Covid-19.

“Lockdown penuh akan diberlakukan mulai 23-27 Mei setelah akhir bulan puasa Ramadan,” kata Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Saudi Press Agency.

Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (17/5), kerajaan Arab Saudi telah melaporkan jumlah kasus virus Korona terbanyak di wilayah Timur Tengah. Arab Saudi berjuang untuk membatasi penyebaran penyakit mematikan itu.

Kementerian kesehatan mengatakan, jumlah kematian Covid-19 meningkat menjadi lebih dari 264 jiwa dan lebih dari 42.925 infeksi. Arab Saudi sebelumnya memberlakukan jam malam 24 jam di sebagian besar kota dan kota, tetapi melonggarkannya bulan lalu untuk awal Ramadhan.

Pusat-pusat perbelanjaan dan pengecer diizinkan untuk membuka kembali, kecuali di hotspot utama termasuk Mekah, di mana masih terjadi lonjakan kasus. Pada Maret, Arab Saudi menghentikan ziarah Umrah sepanjang tahun karena kekhawatiran penyakit ini menyebar di kota-kota paling suci di Islam.

Pihak berwenang belum mengumumkan apakah mereka akan melanjutkan haji tahun ini. Akan tetapi Arab Saudi tetap mendesak umat Islam untuk sementara menunda persiapan untuk ziarah tahunan.

Setiap tahun ada lebih dari 2,5 juta umat Islam yang melakukan perjalanan haji ke Arab Saudi. Arab Saudi juga telah menutup bioskop dan restoran dan menghentikan penerbangan karena upaya untuk mengendalikan virus. Raja Salman menilai kondisi ini lebih sulit ke depan karena kerajaan menghadapi pukulan ganda dari penutupan yang disebabkan oleh virus dan jatuhnya harga minyak.

Sementara itu, Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi juga telah memutuskan untuk memperpanjang kuncian nasional (lockdown) di India hingga akhir Mei. Keputusan ini diambil setelah adanya laporan kenaikan kasus baru Covid-19 secara signifikan.

“Tindakan penguncian untuk menahan penyebaran Covid-19 akan berlanjut untuk periode hingga 31 Mei,” ujar Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu (17/5).

Dimuat CGTN, dengan perpanjangan kuncian nasional, maka sekolah, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, bioskop, hingga pusat olahraga harus tetap ditutup.

Pertemuan besar untuk acara keagamaan dan olah raga juga masih akan dilarang. Kuncian nasional India terhadap 1,3 miliar penduduknya merupakan kuncian yang terbesar dunia.

Keputusan ekstrem tersebut sudah berlaku sejak 25 Maret dan beberapa kali diperpanjang. Persoalan kuncian di India memicu persoalan baru, yaitu munculnya pengangguran secara besar-besaran. Warga miskin di India, terutama para pekerja migran kewalahan.

Di Rajkot, negara bagian barat Gujarat, lebih dari 1.500 pekerja migran memblokir jalan, merusak lebih dari selusin kendaraan dan melemparkan batu ke polisi pada Minggu. Karena dua kereta khusus yang seharusnya membawa mereka pulang dibatalkan.

Pada Sabtu (16/5), setidaknya 23 migran tewas ketika berusaha mencapai rumah mereka ketika sebuah truk jatuh di India utara. Dalam pernyataannya, kementerian menambahkan, layanan kereta kota juga masih akan tetap ditangguhkan.

Hal yang sama berlaku untuk perjalanan udara domestik dan internasional. Meski begitu, restoran akan diizinkan untuk beroperasi namun hanya untuk layanan pesan antar. Sementara acara olahraga juga akan diizinkan di stadion kosong.

Sebelum mengumumkan perpanjangan kuncian, pemerintah India melaporkan adanya 4.987 kasus baru pada Sabtu. Sehingga secara total, India sudah mencatatkan lebih dari 91.000 infeksi dengan lebih dari 2.800 orang meninggal. (jpg)