Gelombang Kedua di Wuhan, 182 Orang Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Ilustrasi

Wuhan sudah kembali dibuka setelah dilakukan penguncian untuk memutus rantai penularan virus korona. Otoritas setempat meyakini tak ada penularan lokal virus korona. Namun, terbaru dilaporkan Wuhan dilanda kasus baru.

Wuhan baru-baru ini melakukan lebih dari 270 ribu tes asam nukleat untuk menguji Covid-19. Dan, di antaranya ditemukan 182 kasus positif virus korona jenis baru atau Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala.

Di ibu kota Provinsi Hubei itu sebanyak 275.400 orang telah diuji dari 8 April hingga 15 April. Wuhan menemukan bahwa 182 orang tidak menunjukkan gejala dan positif Covid-19. Itu setara dengan 6,6 persen kasus tanpa gejala untuk per 10 ribu orang. Data tersebut menurut Changjiang Daily.

Komisi Kesehatan Kota Wuhan mengatakan tes terutama untuk orang-orang yang akan segera melanjutkan pekerjaan atau yang akan meninggalkan kota untuk bekerja di kota-kota lain di Tiongkok. Saat ini, Wuhan memiliki total 53 lembaga pengujian asam nukleat dan 211 tempat untuk pengambilan sampel.

“Dengan kapasitas harian 40 ribu tes, permintaan dari warga Wuhan yang bersedia diuji akan terpenuhi dengan baik,” kata anggota staf dari Komisi Kesehatan Wuhan seperti dilansir dari AsiaOne, Senin (20/4).

Komisi Kesehatan meminta agar kasus tanpa gejala harus diuji dan dilaporkan tepat waktu. Penyelidikan untuk melacak sumber harus diselesaikan dalam waktu 24 jam.

Menurut peraturan dari Dewan Negara Kabinet Tiongkok, kasus tanpa gejala akan dikarantina selama 14 hari untuk observasi medis. Mereka yang mengalami gejala selama periode waktu itu akan diperlakukan sebagai kasus infeksi yang dikonfirmasi.

“Hanya mereka yang tidak menunjukkan gejala apa pun dalam 14 hari dan mendapatkan hasil negatif dalam dua tes asam nukleat yang akan dikeluarkan dari observasi,” tandas Komisi Kesehatan. (*)