32 Orang Etnis Rohingya Tewas Terdampar di Laut

Pengungsi Rohingya diangkut menggunakan truk setelah kapal mereka terdampar di perairan Bangladesh di Teknaf, Kamis (16/4) (Suzauddin RUBEL/AFP)

Ratusan orang dari etnis Rohingya akhirnya selamat setelah dua bulan telantar di lautan dalam upaya mencari suaka. Mereka pun lantas kembali ke tempat pemberangkatannya, Bangladesh.

Juru Bicara Bangladesh Coast Guard Hamidul Islam menjelaskan, hampir 400 pengungsi Rohingya menumpang kapal nelayan dari Bangladesh pada pertengahan Februari lalu.

Penumpang kapal yang sebagian besar perempuan dan anak-anak itu berlayar dengan tujuan Malaysia. Setiba di Malaysia, mereka tidak bisa mendarat karena ditolak otoritas Malaysia. Mereka juga ditolak saat dua kali berusaha mendarat di Myanmar.

Pada akhirnya, mereka kembali lagi ke perairan Bangladesh pekan lalu. Bangladesh Coast Guard menerima sinyal permintaan tolong dan langsung menyelamatkan mereka pada Rabu (15/4). “Setidaknya 32 orang meninggal selama di kapal. Mereka meninggal karena kelaparan dan penyakit,” ungkapnya kepada CNN.

Islam mengatakan, semua penumpang kapal telah diserahkan kepada United Nations Refugee Agency (UNRA). Mereka bakal melalui proses karantina selama 14 hari sebelum ditempatkan di kamp pengungsi. “Kami tahu bahwa orang-orang ini pasti menderita malanutrisi dan dehidrasi,” tulis UNRA.

Human Rights Watch meminta Malaysia menerima Rohingya yang terdampar di perairan mereka. Menurut Wakil Direktur ASi Phil Robertson, pencari suaka tidak seharusnya mendapatkan perlakuan kejam meski pemerintah Malaysia tengah menjalankan kebijakan karantina. (*)