Ini yang Pertama! Penerbangan dari Singapura ke Australia tanpa Karantina

48

Sebuah pesawat maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) mendarat di Bandara Melbourne pada Minggu (21/11/2021). Ini menandai pertama kalinya pengunjung internasional diizinkan melakukan perjalanan ke negara bagian Victoria tanpa harus menjalani karantina.

“Kami sangat senang perjalanan kembali normal dan kami tidak sabar untuk menyambut wisatawan dari seluruh dunia ke Melbourne,” tulis pihak Bandara Melbourne dalam sebuah posting Facebook yang dikutip Channel News Asia.

Bulan lalu, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengumumkan akan memperpanjang skema jalur perjalanan vaksin (VTL) bebas karantina  ke Australia mulai 8 November.

Namun, perjalanan dua arah hanya berlaku untuk warga negara Australia yang divaksinasi penuh, penduduk tetap dan keluarga dekat mereka karena tindakan perbatasan Australia.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison kemudian mengumumkan bahwa Australia akan membuka kembali perbatasannya untuk semua warga Singapura yang divaksinasi mulai 21 November .

Lebih dari 50.000 warga Singapura tinggal di Australia, dan sekitar 25.000 orang Australia tinggal di Singapura.

Dalam sebuah posting Facebook pada hari Minggu, SIA mengatakan senang menjembatani Singapura dan Australia melalui penerbangan For Eligible Passengers Only (FEPO) dari Singapura ke Melbourne dan Sydney.

“Warga Singapura yang divaksinasi penuh sekarang dapat melakukan perjalanan dari Singapura ke Sydney atau Melbourne, bebas karantina jika mereka memenuhi kriteria kelayakan,” kata SIA.

Baca Juga:  Dunia Butuh Kesepakatan Baru Soal Pandemi, WHO: Risiko Global Tinggi

Di situs webnya, SIA mengatakan warga negara Australia yang divaksinasi penuh, penduduk tetap dan anggota keluarga dekat mereka, serta warga negara asing yang memegang visa yang valid dan pengecualian pembatasan perjalanan, memenuhi syarat untuk penerbangan ini.

Mereka juga tidak akan diminta untuk menjalani karantina pada saat kedatangan.

Selain itu, SIA akan menerbangkan penerbangan yang Difasilitasi Departemen Luar Negeri dan Perdagangan dari Singapura ke Darwin mulai 2 November hingga 27 November untuk warga negara Australia, penduduk tetap, dan anggota keluarga dekat mereka.

“Penumpang yang divaksinasi lengkap dan memenuhi syarat dapat terbang kembali ke Singapura dari Australia melalui penerbangan VTL,” tambah perusahaan itu.

Menurut laporan Reuters, sekelompok mahasiswa internasional termasuk di antara mereka yang tiba di Australia dari Singapura pada hari Minggu.

Catriona Jackson, kepala eksekutif Universitas Australia, yang mewakili 39 universitas, mengatakan penerbangan dari Singapura melihat siswa internasional pertama memasuki Australia sejak sejumlah kecil kembali pada November tahun lalu.

“Kami memahami jumlah awal ini kecil, tetapi itu adalah sinyal yang jelas dari niat untuk memungkinkan lebih banyak siswa kembali ke kelas dan komunitas kami segera,” kata Jackson.

Menurutnya, ada sekitar 130.000 siswa internasional yang tersisa di luar Australia.(cna/idr)