Untuk Lindungi Anak-anak dari Covid-19, Jepang Sumbang Rp 100 Miliar

9
UNICEF Representative, Debora Comini saat berkunjung ke Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Kamis (22/4). (net)

Pemerintah Jepang menyediakan dana hibah darurat sebesar 6,9 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 100 miliar untuk mendukung kegiatan badan perlindungan anak PBB/UNICEF dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dana hibah ini diharapkan dapat mengurangi dampak Covid-19 di Indonesia, khususnya yang menimpa anak-anak, seperti di sektor pendidikan dan program vaksinasi. “UNICEF berterima kasih atas komitmen Jepang mendukung anak-anak yang paling rentan di Indonesia pada masa Covid-19,” ujar UNICEF Representative, Debora Comini saat bertandang ke Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Kamis (22/4).

Melalui kontribusi ini, UNICEF berharap anak-anak dapat kembali bersekolah dengan aman di tengah pandemi. Dana hibah akan digunakan untuk mengadakan sarana rantai dingin, termasuk fasilitas penyimpanan dingin dan transportasi untuk mendukung akses dan distribusi vaksin Covid-19 secara merata ke seluruh pelosok Indonesia.

UNICEF akan mengadakan, mendistribusikan, dan memasang peralatan rantai dingin di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta menguatkan kapasitas kelembagaan dalam mengelola peralatan itu.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kenji Kanasugi mengatakan, dana hibah ini untuk membantu meningkatkan kapasitas sistem kesehatan dan mendorong pemulihan ekonomi Indonesia.

Baca Juga:  Mo Salah Minta Pemimpin Dunia Hentikan Pembunuhan di Gaza

“Jepang bermitra dengan UNICEF untuk memastikan vaksin sampai ke penerimanya, yaitu dengan mendukung ketersediaan rantai dingin di negeri yang luas ini,” tegasnya.
Dana hibah yang diberikan Negeri Sakura ini merupakan kelanjutan dukungan Jepang pada 2020 terhadap aksi respons multisektor UNICEF untuk mengatasi dampak langsung pandemi Covid-19 di Indonesia.

Sebagai informasi, Program Safe Return to Learning yang didukung Pemerintah Jepang bertujuan menjawab kebutuhan pendidikan, kesehatan dan psikososial anak-anak di Papua dan Sulawesi Selatan. Dukungan ini juga akan menguatkan sistem dan kemampuan nasional untuk memberikan layanan publik dasar kepada kelompok-kelompok masyarakat di daerah terpencil yang kekurangan akses layanan. (day/jpg)

Previous articleRuang Kejenuhan yang Lahirkan Petani dan Pebisnis Andal
Next articleMendikbud Kunjungi PBNU soal Polemik Sejarah