Tiongkok Bantah Tuduhan AS, Covid-19 Bukan Sengaja Diciptakan

Petugas di laboratorium P4 di Wuhan, Tiongkok sedang bekerja. Tiongkok menegaskan bahwa virus korona bukan sengaja diciptakan. (Mirror)

Asal mula munculnya virus korona jenis baru atau Covid-19 masih menjadi polemik. Virus tersebut memang pertama kali muncul terdeteksi di Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019. Karena itu Amerika Serikat pun menyebutnya sebagai Virus Wuhan.

Hanya saja, seorang pejabat Wuhan membantah bahwa Coronavirus sengaja dibuat di laboratorium. Bantahan tersebut juga disampaikan pemerintah Tiongkok lewat Kementerian Luar Negeri.

Ketua Partai Komunis Institut Virologi Wuhan, Yuan Zhiming, mengkritik pihak yang menilai virus bocor dari fasilitas laboratorium tersebut. Sejak itu, virus menyebabkan pandemi global. “Sama sekali tidak mungkin virus itu berasal dari lembaga kami,” tukas Yuan kepada China Global Television Network seperti dilansir dari Mirror, Rabu (22/4).

Yuan menambahkan bahwa tidak ada karyawan lab, pensiunan, atau peneliti dari siswa yang diketahui terinfeksi penyakit ini. Dan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada bukti bawa Covid-19 yang dimanipulasi berasal dari laboratorium.

Mereka menambahkan semua bukti yang ada menunjukkan bahwa Coronavirus berasal dari kelelawar di Tiongkok akhir tahun lalu dan tidak dimanipulasi atau dibuat di laboratorium. Penegasan itu sekaligus membantah tudingan AS.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu bahwa pemerintahnya berusaha untuk menyelidiki apakah virus tersebut berasal dari laboratorium di Wuhan. WHO lantas membela Tiongkok.

“Semua bukti yang ada menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari hewan dan bukan merupakan virus yang dimanipulasi atau dikonstruksi di laboratorium atau di tempat lain,” kata Juru Bicara WHO Fadela Chaib dalam jumpa pers di Jenewa.

“Mungkin saja, kemungkinan virusnya berasal dari hewan,” katanya. “Tidak jelas bagaimana virus itu melompati penghalang spesies pada manusia, tetapi pasti ada hewan inang perantara,” tambah Fadela.

Di sisi lain, pada konferensi pers Gedung Putih minggu lalu, Trump ditanya tentang laporan virus yang keluar dari laboratorium di Wuhan, dan dia mengatakan mengetahui hal itu. “Kami sedang melakukan pemeriksaan yang sangat teliti terhadap situasi yang mengerikan saat ini,” katanya.

Trump telah berusaha untuk menekankan hubungan AS yang kuat dengan Tiongkok selama pandemi karena AS mengandalkan Tiongkok untuk peralatan perlindungan kesehatan atau APD yang sangat dibutuhkan oleh pekerja medis Amerika.

Selama Februari, Lembaga Virologi Wuhan menepis desas-desus bahwa virus itu mungkin telah disintesis atau buatan di salah satu labnya atau bocor dari fasilitas semacam itu.

Trump dan pejabat lainnya meragukan klaim Tiongkok yang secara resmi menyatakan jumlah kematian akibat virus korona sekitar 3 ribu orang. Sementara Amerika Serikat memiliki jumlah kematian lebih dari 20 ribu orang dan terus meningkat. “Apakah Anda benar-benar percaya angka-angka kematian di negara itu (Tiongkok),” tukas Trump. (*)