Saudi Kembali Buka Umrah Mulai 4 Oktober

13
ilustrasi. (jawapos.com)

Arab Saudi kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah. Termasuk, untuk warga dari penjuru dunia. Pemerintah berharap Indonesia masuk dalam daftar negara yang diperbolehkan untuk mengirim jamaah umrah di tengah pandemi Covid-19.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi sudah mengumumkan tahapan pembukaan penyelenggaraan ibadah umrah. Tahap pertama dimulai pada 4 Oktober dan tahap kedua di 18 Oktober. Pada kedua tahapan itu ibadah umrah hanya dibuka untuk warga negara Arab Saudi dan eksptariat yang sedang berada di Arab Saudi.

Baru di tahap ketiga yang dilaksanakan 1 November nanti, penyelenggaraan umrah terbuka untuk kedatangan jamaah dari berbagai negara. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar mengatakan rencana dibukanya penyelenggaraan umrah dari jamaah luar negeri Arab Saudi itu dengan dua catatan.

“Pertama sambil menunggu kondisi pandemi Covid-19,” katanya di gedung DPR kemarin (23/9). Catatan yang kedua adalah Kementerian Kesehatan Arab Saudi akan merilis negara-negara yang direkomendasikan atau diperbolehkan mengirim jamaah umrah.

Apakah nanti Indonesia masuk dalam daftar itu? Belum tentu. “Mudah-mudahan Indonesia bisa masuk dalam daftar yang boleh memberangkatkan jamaah umrah,” katanya. Perwakilan Indonesia di Arab Saudi akan terus melakukan diplomasi supaya keinginan itu bisa terwujud.

Baca Juga:  Singapura Temukan Tes Covid-19, lewat Napas Hasilnya Cukup 1 Menit

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan sambil menunggu keputusan Arab Saudi, pemerintah menyiapkan protokol kesehatan penyelenggaraan umrah di tengah pandemi. Protokol itu masih dibahas oleh Kemenag bersama Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19.

Setelah protokol itu terbit, Kemenag melakukan sosialisasi kepada travel atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) serta para jamaah. Protokol itu juga diharapkan disosialisaskan di setiap agenda manasik umrah.

Sampai kemarin Arfi mengatakan layanan sistem pendaftaran umrah di Kemenag masih ditutup. Artinya belum ada pendaftaran umrah kembali sejak awal pandemi Februari lalu.
Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi menyambut baik adanya perkembangan penyelenggaraan umrah dari Arab Saudi itu. Dia mengatakan kapanpun umrah untuk warga negara asing ditetapkan, mereka sudah siap untuk memberangkatkan.

“Jika mundur gak masalah. Kita sesuaikan lagi,” katanya. Menurut dia yang paling penting adalah kabar bahwa Arab Saudi membuka penyelenggaraan umrah itu. Dengan keputusan itu, negara-negara lain bisa mulai bersiap menyusun kebijakan atau regulasi penyelenggaraan umrah. Termasuk juga pemerintah Indonesia. Syam juga berharap Indonesia masuk dalam list atau daftar negara yang berhak mengirim jamaah umrah. (wan/jpg)