Bos Kartel Narkoba Sekelas Pablo Escobar Ditangkap Militer Kolombia

91

Pasukan militer Kolombia telah menangkap pengedar narkoba yang paling dicari di negara itu, Dairo Antonio Suga, alias Otoniel, Sabtu (23/10/2021) sore.

Pemimpin kartel Clan del Golfo yang kejam itu, telah buron selama lebih dari satu dekade. Dia ditangkap setelah angkatan bersenjata mengepung hutan tempat persembunyiannya di Kolombia barat laut.

Menjelang malam, mantan gerilyawan dan paramiliter sayap kiri itu telah diterbangkan ke ibu kota Kolombia, Bogota, dengan tangan diborgol.

Presiden Ivan Duque menyamakan penangkapan Dairo Antonio Usuga pada hari Sabtu (23/10/2021), dengan penangkapan Pablo Escobar tiga dekade lalu. Pemimpin kartel narkotika yang terbunuh tahun 1993 di Medellín.

“Ini adalah pukulan paling parah yang telah dilakukan terhadap perdagangan narkoba di negara ini abad ini,” ujar Ivan seperti dikutip The Guardian.

Pihak berwenang Kolombia telah mengejar Suga selama sekitar satu dekade. Bahkan, Departemen luar negeri AS menawarkan hadiah USD5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan seorang penjahat yang dituduh mengendalikan jaringan luas laboratorium kokain dan landasan pacu ilegal serta dermaga speedboat yang digunakan untuk menyelundupkan narkoba itu.

Sebanyak 132 surat perintah telah dikeluarkan untuk penangkapan Suga.

Suga lebih dikenal dengan sebutan Otoniel, kepala Klan Teluk yang sangat ditakuti. Pasukan pembunuhnya telah meneror sebagian besar Kolombia utara untuk menguasai rute penyelundupan kokain utama melalui hutan lebat di utara ke Amerika Tengah dan ke AS

Seperti dilaporkan AP, Suga telah lama menjadi bagian dari daftar buronan paling dicari oleh Drug Enforcement Administration AS.

Suga pertama kali didakwa pada tahun 2009, di pengadilan federal Manhattan, atas tuduhan narkotika dan diduga memberikan bantuan kepada kelompok paramiliter sayap kanan yang dituding sebagai organisasi teroris oleh pemerintah AS.

Kemudian dakwaan di pengadilan federal Brooklyn dan Miami menuduhnya mengimpor ke AS setidaknya 73 metrik ton kokain antara tahun 2003 dan 2014 melalui negara-negara termasuk Venezuela, Guatemala, Meksiko, Panama, dan Honduras.

Paling baru, mengklaim untuk memimpin Pasukan Bela Diri Gaitanist Kolombia, setelah perang sayap kiri Kolombia pada pertengahan abad ke-20.

Baca Juga:  Mendag Lutfi Bertemu Dubes USTR Bahas Pemberdayaan Ekonomi Digital

Pihak berwenang mengatakan intelijen yang diberikan oleh AS dan Inggris memimpin lebih dari 500 tentara dan anggota pasukan khusus Kolombia ke tempat persembunyian Suga.

Dua minggu lalu, petugas intelijen berhasil mengidentifikasi perkiraan lokasi persembunyian Suga di wilayah Urab yang sangat strategis, dekat perbatasan dengan Panama.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Kolombia El Tiempo pada hari Minggu, identifikasi itu diperoleh sebagian berkat karyawan kartel yang mengantarkan obat ke raja obat bius untuk mengobati masalah ginjal.

Kemudian, sekitar pukul 5 pagi pada hari Jumat, keputusan diambil untuk meluncurkan Operación Osiris, serangan militer multi-cabang di wilayah pedesaan Suga.

Laporan media Kolombia menyebutkan, operasi itu melibatkan lebih dari 20 helikopter, 10 drone pengintai tak berawak dan ratusan tentara yang memblokir sungai dan jalan untuk menghentikan target –dengan nama sandi “El Blanco” –melarikan diri dari area pencarian seluas 3,5 km persegi di provinsi Antioquia.

Pasukan komando menyerbu ke arah tujuan mereka melewati delapan lapis keamanan. Kapal angkatan laut mengintai di lepas pantai di Laut Karibia untuk memastikan Suga tidak dapat melarikan diri dengan perahu.

Pada Sabtu sore, majalah berita Semana mengatakan empat anggota unit tentara elite telah melacak Suga, dekat sebuah rumah pertanian kayu sederhana di pegunungan Paramillo Massif.

Di sanalah, sesaat sebelum pukul 3 sore waktu setempat, tempat persembunyian penjahat paling dicari itu ditemukan.

Presiden konservatif Kolombia yang mulai menjabat pada 2018 dan akan mengundurkan diri tahun depan, Ivan Duque menyatakan penangkapan gangster itu kemenangan penting melawan kejahatan terorganisir di negara yang diperkirakan memproduksi 70% kokain dunia.

“Otoniel adalah pengedar narkoba yang paling ditakuti di seluruh dunia,” kata Duque.

Duque berterima kasih kepada pemerintah AS dan Inggris karena berkolaborasi dalam intelijen, meskipun kontribusi pasti mereka terhadap operasi itu tidak jelas.

Sedangkan Kedutaan Inggris di Bogota mengucapkan selamat kepada pemerintah dan pasukan keamanan Kolombia. Mereka menyebut penangkapan itu sebagai pukulan besar terhadap kejahatan dan kelompok bersenjata.(tgd/AP)