Kim Jong Un Dikabarkan Kritis, Tiongkok Kirim Tim Dokter ke Korut

Kim Jong Un saat memantau latihan militer terntara Korut. Kini, keberadaan dan kondisinya terus menjadi misteri. (Reuters-KCNA)

Belum ada kepastian terkait kondisi dan keberadaan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, hingga saat ini. Tertutupnya Korut dan media di sana terkait pemberitaan Kim Jong Un membuat informasi sangat sedikit didapat. Hal itu membuat spekulasi liar bermunculan.

Dunia hanya tahu kabar terakhir bahwa Kim Jong Un menjalani operasi kardiovaskular. Setelah itu tak ada yang tahu pasti kondisinya. Kim Jong Un bahkan dirumorkan mengalami kondisi kritis meski dibantah oleh beberapa negara yakni Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Terlepas dari itu, Tiongkok yang dekat secara hubungan dekat dengan Korea Utara, telah mengirimkan tim dokter. Tujuannya adalah untuk membantu penanganan Kim Jong Un yang dirumorkan dalam kondisi kritis. Bahkan, Televisi Satelit Hongkong melaporkan bahwa Kim Jong Un telah meninggal dunia meski belum ada konfirmasi dari sumber terpercaya termasuk AS.

“AS terus memantau laporan seputar kesehatan Kim Jong Un. Tidak ada konfirmasi dari saluran resmi bahwa dia telah meninggal,” sebut seorang pejabat senior Pentagon yang tidak disebutkan identitasnya seperti dilansir Newsweek. “Kesiapan militer Korea Utara tetap dalam norma sejarah dan tidak ada bukti lebih lanjut untuk menyarankan perubahan signifikan dalam sikap defensif atau perubahan kepemimpinan tingkat nasional,” imbuhnya.

Penampilan publik terakhir Kim Jong Un yang dikonfirmasi pada 11 April yakni pada pertemuan politbiro. Kim Jong Un tidak hadir dalam perayaan ulang tahun mendiang kakeknya yang juga pendiri Korut, Kim Il Sung, pada 15 April. Itu untuk pertama kalinya dia tidak hadir sehingga memicu spekulasi tentang kondisi dan keberadaannya.

Pengiriman tim dokter ke Korut oleh Tiongkok mungkin akan menjawab misteri soal keberadaan dan kondisi Kim Jong Un. Tiongkok sendiri merupakan sekutu utama Korea Utara. Seperti diketahui, Korut sangat bergantung pada Tiongkok dalam hal ekonomi dan diplomatik. (*)