Google Nonaktifkan Data Lalulintas Langsung Google Maps di Ukraina

31

Google Alphabet Inc mengonfirmasi pada hari Minggu (27/2/2022) bahwa untuk sementara Ukraina telah menonaktifkan beberapa alat Google Maps yang memberikan informasi langsung tentang kondisi lalu lintas dan seberapa sibuk berbagai tempa di negara itu.

Perusahaan itu mengatakan telah mengambil tindakan menonaktifkan lapisan lalu lintas Google Maps secara global dan informasi langsung tentang seberapa sibuknya tempat-tempat, seperti toko dan restoran di Ukraina. Hal itu dilakukan demi keselamatan komunitas lokal di negara itu. Kebijakan itu diambil setelah berkonsultasi dengan sumber-sumber termasuk otoritas regional.

Ukraina menghadapi serangan dari pasukan Rusia yang menginvasi negara itu pada hari Kamis. Ketika rudal jatuh di kota-kota Ukraina, hampir 400.000 warga sipil, terutama wanita dan anak-anak, telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.

Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi khusus”.

Perusahaan teknologi besar termasuk Google mengatakan mereka mengambil langkah-langkah baru untuk melindungi keamanan pengguna di wilayah tersebut.

Layanan online dan situs media sosial juga telah disadap oleh para peneliti yang mengumpulkan aktivitas seputar perang.

Seorang profesor di Institut Studi Internasional Middlebury California mengatakan Google Maps membantunya melacak “kemacetan lalu lintas” yang sebenarnya adalah pergerakan Rusia menuju perbatasan beberapa jam sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan serangan itu.

Baca Juga:  Di Pertemuan ASEAN-AS,¬†Jokowi Sebut Perang Perburuk Kondisi Ekonomi Global

Google mengatakan informasi lalu lintas langsung tetap tersedia untuk pengemudi yang menggunakan fitur navigasi belokan demi belokan di area tersebut.

Sebelumnya, Google Alphabet Inc pada Sabtu (26/2/20022) melarang outlet media milik negara Rusia RT dan saluran lainnya menerima uang untuk iklan di situs web, aplikasi, dan video YouTube mereka, serupa dengan langkah Facebook setelah invasi ke Ukraina.

Mengutip “keadaan luar biasa”, unit YouTube Google mengatakan “menjeda kemampuan sejumlah saluran untuk memonetisasi di YouTube.” Ini termasuk beberapa saluran Rusia yang berafiliasi dengan sanksi baru-baru ini, seperti yang dilakukan oleh Uni Eropa.

Google kemudian menambahkan bahwa mereka juga melarang media yang didanai pemerintah Rusia menggunakan teknologi iklannya untuk menghasilkan pendapatan di situs web dan aplikasi mereka sendiri.

Selain itu, media Rusia tidak akan dapat membeli iklan melalui Google Tools atau memasang iklan di layanan Google seperti pencarian dan Gmail, kata juru bicara Michael Aciman.

“Kami secara aktif memantau perkembangan baru dan akan mengambil langkah lebih lanjut jika diperlukan,” kata Aciman. (cna/idr)