Hadapi ”Tsunami” Covid-19, Dunia Turun Tangan Bantu India

33
Seorang perempuan dipeluk salah seorang anggota keluarganya setelah suaminya meninggal karena Covid-19 di Ahmedabad, India. (net)

Tsunami Covid-19 di India dinilai tak hanya sebagai tragedi besar bagi rakyatnya, tetapi juga bencana bagi dunia. Apalagi, mengingat 92 negara berkembang dan miskin, tergantung pada India. Soalnya, di negara inilah adanya Serum Institute, pembuat vaksin terbesar di dunia.

Seharusnya, Serum Institute of India (SII) memasok dosis vaksin di bawah aturan Covax. Yakni, fasilitas vaksin yang ditujukan untuk semua negara yang dipelopori Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tapi, dosis itu kini harus dialihkan hanya untuk kebutuhan nasional India saja.

Malah, Negeri Bollywood itu kini juga masih harus mengimpor vaksin. Akibat melonjaknya penularan Covid-19, bulan ini India hanya bisa mengirimkan 1,2 juta dosis vaksin ke luar negeri. Padahal tiga bulan sebelumnya, India mampu mengekspor 64 juta dosis.

Dilansir globaltimes.cn, mulai April ini, India juga akan mengimpor vaksin Sputnik V Rusia untuk 125 juta warganya. Di saat yang sama, India juga terus berjuang agar bisa mendapatkan bahan baku produksi vaksin dari Amerika Serikat (AS).

Dilansir AFP kemarin, Presiden AS Joe Biden bertekad membantu India. Gedung Putih menyatakan akan segera menyalurkan berbagai pasokan, mulai dari bahan mentah untuk membuat vaksin, hingga perlengkapan terapi, tes korona, ventilator dan alat pelindung diri (APD) ke India.

Menurut pernyataan resmi Gedung Putih, merujuk pada nama vaksin AstraZeneca yang diproduksi di India, Amerika Serikat telah mengidentifikasi sumber-sumber material mentah spesifik yang dibutuhkan secara mendesak untuk memproduksi vaksin Covishield di India. ”Kami siap mengirimkan ban­tuan dalam waktu dekat,” bunyi pernyataan itu.

Penasihat Medis AS Anthony Fauci menambahkan, Pemerintah Amerika tengah menimbang kemungkinan pengiriman vaksin Covid-19 AstraZeneca ke India. Sebab, Amerika memiliki jutaan dosis vaksin Covid-19 Astra Zene­ca yang belum terpakai dan belum disetujui badan regulator lokal.

Baca Juga:  Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, PLN Sumbar Sebar 7.500 Paket Sembako 

”Itu adalah salah satu hal yang bisa saya pastikan akan dipertimbangkan,” ujar Fauci soal pertolongan penanganan pandemi Covid-19 di India.

Sementara Tiongkok, yang sangat mendorong diplomasi vaksin versinya sendiri, telah bergerak mengisi kekosongan itu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin mengatakan, Tiongkok bersedia memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan kepada India, meskipun dia tidak merinci informasi spesifik.

Negara lainnya, Inggris, juga menyatakan akan mengangkut 495 konsentrator oksigen, yang dapat mengekstraksi oksigen dari udara ketika sistem rumah sakit telah habis, 120 ventilator non-invasif dan 20 ventilator manual ke Delhi.

”Kita bersama-sama dengan India sebagai teman dan mitra selama masa-masa yang mengkhawatirkan dalam perang melawan Covid-19,” kata Perdana Menteri Boris Johnson dalam pernyataannya dikutip Reuters, kemarin.

Kementerian Luar Negeri Inggris, yang mendanai bantuan medis itu, menuturkan, pengiriman pertama akan tiba di New Delhi pada Selasa (27/4) pagi waktu setempat. Pengiriman selanjutnya akan menyusul pada akhir pekan.

Tak ketinggalan, Jerman juga mengirimkan bantuan darurat untuk India. “Untuk rakyat India, saya ingin menyampaikan simpati atas penderitaan mengerikan yang kembali dibawa Covid-19 ke wilayah Anda,” ucap Kanselir Jerman Angela Merkel dalam pernyataan di Twitter yang dirilis juru bicaranya, Steffen Seibert.

Dilansir Reuters, kemarin, Menlu Jerman Heiko Maas menuturkan Jerman akan mengirimkan bantuan medis dan pasokan oksigen tambahan ke India dalam beberapa hari ke depan. (day/jpg)

Previous articleMario Nyaris Naik Podium di Estoril
Next articleAntisipasi Penambahan Kasus, Pemko Aktifkan kembali Posko Covid-19