Arab Saudi Longgarkan Lockdown, Haji dan Umrah Masih Ditangguhkan

Tanah Suci Mekkah hari pertama Ramadhan 1441 Hijriah. (Foto: screenshot video Al Arabiya)

Arab Saudi akan mulai mengurangi pembatasan (lockdown) dalam waktu dekat, setelah lebih dari dua bulan melakukan langkah-langkah ketat guna mengekang penyebaran virus korona baru.

Pembatasan akan dicabut dalam tiga tahap dan akan berakhir mulai 21 Juni, kecuali kota Mekkah. Kendati demikian, haji dan umrah yang menarik jutaan pelancong dari seluruh dunia masih ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kerajaan sejauh ini mencatat lebih dari 74.795 kasus Covid-19 dengan 399 kematian. Lebih dari 2 ribu kasus masih dilaporkan setiap hari seperti dilansir dari AsiaOne, Kamis (28/5).

Fase pertama, dimulai pada hari Kamis (28/5) akan melihat jam malam 24 jam dikurangi menjadi antara 3 sore hingga 6 pagi di seluruh negeri. Pergerakan bebas antar kawasan dan beberapa kegiatan eceran dan grosir, termasuk mal, akan diizinkan untuk dilanjutkan.

Arab Saudi telah memberlakukan jam malam 24 jam di sebagian besar kota-kota besar tetapi memudahkan mereka untuk memulai bulan puasa Ramadhan. Jam malam 24 jam diberlakukan kembali selama liburan lima hari Idul Fitri, yang dimulai pada hari Minggu (30/5).

Mulai hari Minggu 30 Mei, pergerakan bebas akan diizinkan antara pukul 06.00 dan 20.00 waktu setempat seperti dilaporkan Press Agency. Penerbangan domestik akan diizinkan untuk dilanjutkan, tetapi larangan penerbangan internasional akan tetap diberlakukan.

Masjid-masjid dapat mengadakan shalat, tapi tetap tunduk pada kebijakan sosial dan kebersihan, kecuali di Mekkah di mana pembatasan akan tetap diberlakukan. Pegawai sektor publik dan swasta akan diizinkan untuk kembali ke kantor mereka.

Pertemuan sosial lebih dari 50 orang masih akan dilarang, termasuk pernikahan dan pemakaman. Warga masih didesak untuk memakai masker di depan umum dan melanjutkan tindakan menjaga kebersihan dan sosial setelah 21 Juni.

Mekkah masih memberlakukan jam malam pukul 15.00 hingga 06.00 sampai 20 Juni, direvisi hingga pukul 20.00 sesudahnya. Doa hanya akan diizinkan dilakukan di masjid mulai 21 Juni. (jpg)