Chili Punya 4.000 Kasus Baru Setiap Hari

24
Ilustrasi hasil uji swab negatif. (Foto: Armradio)

Para dokter di rumah sakit Chili sudah kelimpungan ketika menerima pasien Covid-19. Pasalnya, lonjakan kasus di negara Amerika Latin tersebut semakin mengkhawatirkan.

Misalnya saja pada Rabu (27/5), dokter-dokter di rumah sakit di Santiago mulai kebingungan menempatkan pasien Covid-19 karena tempat tidur yang sudah habis.

Lantaran pada hari itu, jumlah kasus baru di Chili naik empat kali lipat sejak awal Mei menjadi sekitar 4.000 kasus setiap hari. Alhasil totalnya ada sekitar 80 ribu kasus yang terhitung pada Rabu.

Dilansir Reuters, bangsal perawatan bangsal di Santiago sudah terisi 97 persen. Para dokter khawatir harus memilih pasien mana yang terlebih dulu dirawat. “Pada tingkat kita akan pergi ke situasi di mana kita harus memilih,” ujar seorang dokter di rumah sakit umum Sotero del Rio di Santiago, Juan Carlos Said.

Pada Selasa (26/5), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menjadikan benua Amerika sebagai episentrum baru pandemik Covid-19. Sebuah studi di Amerika Serikat memperkirakan, akan terjadi lonjakan kematian akibat virus tersebut di Brasil, Chili, dan beberapa negara Amerika Latin lainnya hingga Agustus.

Sementara itu, Presiden Sebastian Pinera mengatakan pihaknya terus bekerja keras untuk menambah jumlah tempat tidur dan peralatan penunjang untuk melawan Covid-19. “Sistem perawatan kesehatan kami, dan khususnya (Santiago), sangat dekat untuk mencapai kapasitas maksimumnya,” kata Pinera.

Menteri Kesehatan Jaime Manalich juga menyebut keadaan yang semakin mengerikan. Meski ia mengatakan masih ada cukup ventilator mekanis yang tersedia di bagian lain Chili untuk memenuhi kebutuhan. “Kami belum mencapai perdebatan tentang (siapa yang menerima) ranjang terakhir,” kata Manalich. (jpg)