Inggris Tutup Kantor Kedutaan di Korea Utara

11
Foto besar Kim Il-sung dan Kim Jong-il di Lapangan Kim Il-sung di Pyongyang. Kabarnya, kedua foto tersebut dicopot karena akan direnovasi. Namun, isu kematian Kim Jong Un malah kembali mencuat (Express)

Inggris sudah menutup kedutaannya di Korea Utara, sementara semua diplomatnya telah meninggalkan negara tertutup tersebut. Begitu yang disampaikan oleh Duta Besar Inggris untuk Korea Utara, Colin Crooks pada Kamis (28/5).

“Kedutaan Besar Inggris di Pyongyang ditutup sementara pada 27 Mei 2020 dan semua staf diplomatik telah meninggalkan DPRK untuk saat ini,” ujar Crooks dalam akun Twitter-nya seperti yang dikutip CNA.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris, penutupan kedutaan merupakan langkah untuk merespons kebijakan pembatasan masuk secara ketat dari Korea Utara.

Pasalnya, dengan pembatasan tersebut, kedutaan sulit menggilir staf dan mempertahankan operasi. Meski begitu, Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan, pihaknya berusaha untuk mempertahankan hubungan diplomatik dengan Korea Utara dan akan berusaha kembali ke Pyongyang secepat mungkin.

Berdasarkan situs berita NK News, pada Rabu (27/5), para diplomat Inggris terlihat melintasi perbatasan menuju China. Kedutaan Swedia di Pyongyang yang masih tetap buka mengaku berharap para diplomat Inggris bisa kembali.

Sementara itu, Korea Utara yang telah menutup perbatasannya mengungkapkan memperketat kontrol masuk untuk mencegah penularan infeksi virus korona baru. Mengingat hingga saat ini, negara tersebut dilaporkan tidak memiliki satu pun kasus.

Sejak wabah Covid-19 muncul, Pyongyang memang memberlakukan pembatasan karantina yang ketat terhadap warga asing. Termasuk penguncian virtual di tempat mereka sendiri yang oleh Duta Besar Rusia Alexander Matsegora digambarkan sebagai “penghancuran moral”.

Aturan ketat tersebut kemudian dilonggarkan setelah puluhan diplomat dan orang asing meninggalkan Korea Utara pada Maret. Beberapa misi, seperti kedutaan Jerman dan Kantor Perwakilan Prancis juga ditutup. Saat ini, ratusan orang asing masih berada di Korea Utara. (jpg)