Protes Kematian George Floyd, Kantor Polisi Minneapolis Dibakar

82
Protes kematian George Floyd, Kantor Polisi Minneapolis dibakar. (Foto: Jawapos.com)

Kantor polisi di Minneapolis, Minnesota, dibakar massa, Kamis malam (28/5). Aksi pembakaran tersebut merupakan aksi protes atas kematian pria kulit hitam, George Floyd.

Demonstran marah lantaran 4 polisi menangkap Floyd dengan aksi membabi buta. Leher Floyd diinjak dengan lutut polisi kulit putih hingga Floyd tewas. Floyd meninggal pada hari Senin (25/5).

Sebelumnya, sebuah video dari insiden tersebut menunjukkan Floyd memohon kepada petugas. Floyd mengatakan dia tak bisa bernapas seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (29/5). “Saya tidak bisa bernapas, tolong,” katanya sebelum akhirnya tidak bergerak lagi dengan lutut petugas masih di lehernya.

Keempat petugas yang terlibat sudah dipecat. Akan tetapi keluarga Floyd, tokoh masyarakat dan warga menyerukan agar 4 polisi itu ditangkap. “Para perwira ini, mereka perlu ditangkap sekarang, orang-orang menginginkan keadilan sekarang. Mereka perlu dihukum dan mendapatkan hukuman mati,” kata saudara laki-laki Floyd, Philonese Floyd, kepada CNN pada Kamis (28/5).

Ratusan pengunjuk rasa berbaris di pusat kota Minneapolis untuk protes. Ini adalah 3 malam berturut-turut di mana demonstran menuntut keadilan agar pihak berwenang mengakhiri kekerasan polisi.

Saat matahari terbenam, api besar terlihat di dekat kantor polisi di Minneapolis. Streaming video langsung oleh Unicorn Riot, sebuah organisasi media independen, menunjukkan para pemrotes akhirnya memasuki kantor polisi dan langsung membakar gedung. Polisi tidak terlihat di gedung itu.

Protes yang diawali damai, kini berubah menjadi kekacauan dengan laporan penjarahan, pembakaran, dan vandalisme. Polisi telah menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Hal itu justru memicu kemarahan dari penduduk setempat. “Cara polisi memperlakukan orang, memperlakukan masyarakat, memperlakukan kami benar-benar salah,” kata Ramla Bile, seorang warga Minneapolis Amerika di Minneapolis.

Pemerintah Kota Minneapolis mendesak pengunjuk rasa untuk mundur dari daerah itu. Gubernur Minnesota Tim Walz memanggil Pengawal Nasional AS pada hari Kamis (28/5) untuk mendukung pemerintah setempat ketika protes meningkat.

Sebelumnya pada hari Kamis, (28/5) sekelompok pemrotes menduduki ruang di luar rumah Jaksa Wilayah Hennepin, Mike Freeman, yang akan menangani kasus ini. Jaksa akan menuntut dakwaan pidana bagi empat petugas polisi yakni Derek Chauvin, Thomas Lane, Tou Thao dan J Alexander Kueng.

Aksi Protes di Kota Lain
Tak hanya di kota tempat kejadian perkara (TKP), protes juga terjadi pada hari Kamis (28/5) di kota-kota di seluruh AS. Termasuk Columbus, Ohio, Oakland, California, dan New York City, di mana puluhan orang dilaporkan ditangkap.

Ratusan orang juga berunjuk rasa di Louisville, Kentucky, untuk memprotes kebrutalan polisi. Di Denver, Colorado, ratusan orang turun ke ibukota negara bagian. Beberapa aksi protes juga akan berlangsung hingga Jumat (29/5).

Awal Mula Penangkapan Floyd
Penangkapan Floyd terjadi pada Senin malam (25/5). Departemen Kepolisian Minneapolis mengatakan dalam sebuah pernyataan, petugas saat itu menerima laporan ada seorang pria yang diduga melakukan pemalsuan. Polisi mengatakan pria itu ditemukan sedang duduk di atas sebuah mobil biru. “Floyd diperintahkan untuk keluar dari mobilnya. Setelah dia keluar, dia secara fisik melawan petugas. Petugas memborgol tersangka,” kata polisi dalam pernyataan.

Tiba-tiba pada hari Selasa pagi (26/5), video pun viral dan berjudul ‘Seseorang Meninggal Setelah Insiden Dengan Polisi’. Video tersebut menunjukkan situasi penangkapan di mana Floyd memohon karena dia tidak bisa bernapas.

Video itu menunjukkan seorang petugas kulit putih Minneapolis menekan lututnya ke leher seorang pria kulit hitam selama penangkapan. Dalam video, Floyd berulang kali mengatakan dia tak bisa bernapas. “Saya tidak bisa bernapas, tolong, saya tidak bisa bernapas,” kata Floyd memohon saat itu.

Hidung Floyd berdarah dan petugas lain menghadapi orang-orang yang berkumpul di trotoar. Seorang petugas medis ambulans tiba dan merasakan denyut nadi di leher pria itu. Kemudian dilaporkan Floyd tewas.

Alhasil 4 petugas polisi dipecat. Departemen Kepolisian memastikan tidak ada senjata yang digunakan dalam insiden itu. Wali Kota Jacob Frey dari Minneapolis mengutuk tindakan para perwira polisi. Dia telah meminta FBI untuk menyelidiki insiden itu. FBI sedang melakukan investigasi hak-hak sipil federal seperti laporan Biro Minnesota of Criminal Apprehension.

Frey juga meminta jaksa penuntut untuk mengajukan tuntutan terhadap petugas. “Saya ingin melihat dakwaan terjadi. Saya ingin melihat keadilan bagi George Floyd,” tegas Wali Kota Frey. (jpg)