Jepang bakal Larang Warga 49 Negara, Gubernur Tokyo Desak Abe

Gubernur Tokyo Yuriko Koike (foto: Arabnews)

Jepang berencana memberlakukan larangan masuk terhadap warga negara asing dari 49 negara dan negara lainnya hingga mencakup 73 negara saat pandemi virus korona (Covid-19) yang meluas.

Rencana itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Motegi Toshimitsu, Selasa (31/3). Menurutnya larangan akan mencakup Amerika Serikat, Kanada, Tiongkok, Korea Selatan, Inggris dan Yunani serta sebagian besar Eropa.

“Daftar yang diperbarui akan mencakup total 73 negara dan wilayah, termasuk Afrika, Amerika Selatan, dan sebagian Timur Tengah,” katanya seperti dilansir kantor berita NHK, Selasa (31/3).

Orang asing yang mengunjungi salah satu dari negara tersebut dalam waktu 14 hari setelah tiba di Jepang tidak diizinkan masuk.

Motegi juga mengatakan Kementerian Luar Negeri meningkatkan peringatan perjalanan bagi 49 negara dan teritori itu ke level 3. Mendesak warga negara Jepang untuk menghindari bepergian ke sana.

Untuk semua negara dan teritori selain dari peringkat level 3 dinaikkan ke level 2. Warga negara Jepang diperingatkan tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke tempat-tempat tersebut.

Sementara itu, Gubernur Tokyo Koike Yuriko mendesak Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk memutuskan keadaan darurat untuk menangani pandemi Covid-19 saat bertemu di kantor Perdana Menteri, Selasa (31/3).

Dia kemudian mengatakan kepada wartawan di kantor pemerintah metropolitan bahwa dia dan Abe membahas jumlah infeksi di Tokyo. “Apa yang akan terjadi dari sekarang dan bagaimana kesiapan ibukota menghadapinya,” ujar dia.

Koike mengatakan dia memberi tahu perdana menteri tentang situasi di Tokyo sebagai referensi untuk memutuskan apakah akan mengumumkan keadaan darurat berdasarkan undang-undang yang baru diberlakukan.

Dia mengatakan Tokyo berada di tepi jurang, dan sekarang saatnya bagi pemerintah untuk mengambil keputusan.

Koike menambahkan bahwa pemerintah metropolitan akan mempertimbangkan ide-ide pemerintah pusat dalam memutuskan kapan akan membuka kembali sekolah setelah liburan musim semi mereka.(nhk/esg)