Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Protes Penembakan Remaja di Perancis Meluas, Mbappe: Saya Terluka

Admin Padek • Kamis, 29 Juni 2023 | 16:53 WIB
Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru hara di Nanterre. Presiden Emmanuel Macron mengatakan penembakan fatal itu tidak bisa dibenarkan . (Foto:Yoan Valat/EPA)
Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru hara di Nanterre. Presiden Emmanuel Macron mengatakan penembakan fatal itu tidak bisa dibenarkan . (Foto:Yoan Valat/EPA)
PADEK.CO-Protes berlanjut dan meluas di Perancis hingga dua malam. Ribuan pasukan keamanan dikerahkan untuk meredakan protes terhadap penembakan seorang anak berusia 17 tahun oleh polisi.

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut penembakan yang menewaskan remaja saat pemeriksaan lalu lintas di Nanterre, pinggiran Kota Paris itu, sebagai tindakan yang tidak dapat dimaafkan. Namun demikian, dia memohon masyarakat untuk tenang.

Kemarahan atas pembunuhan tersebut memicu protes di beberapa kota di sekitar Paris pada Selasa dan Rabu malam. Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengumumkan bahwa 150 penangkapan telah dilakukan setelah balai kota, sekolah, dan kantor polisi diserang dan dibakar.

Sekitar 2.000 polisi anti huru-hara dikerahkan di pinggiran kota sekitar Paris pada Rabu malam.

Para pengunjuk rasa membakar tempat sampah serta menyalakan kembang api di Nanterre pada Rabu malam, serta di wilayah Hauts-de-Seine di sebelah barat Paris, dan di kota timur Dijon. Di wilayah Essonne di selatan ibu kota, sekelompok orang membakar bus setelah semua penumpang turun.

Di kota selatan Toulouse, beberapa mobil dibakar. Polisi dan petugas pemadam kebakaran yang menanganinya dilempari dengan proyektil saat asap hitam tebal mengepul tinggi ke langit.

Macron saat kunjungan resmi ke Marseille,  Perancis selatan mengatakan bahwa pembunuhan remaja itu tidak dapat dibenarkan dan dimaafkan. “Tidak ada yang bisa membenarkan kematian seorang anak muda,” katanya seperti dikutip Al-Jazeera.

Selebriti Perancis, termasuk bintang sepak bola Kylian Mbappe menyatakan kemarahan dan kesedihan atas kematian remaja tersebut. Sedangkan pemerintah mengeluarkan kritik yang jarang terjadi terhadap tindakan pasukan keamanan dalam mendinginkan suasana.

"Saya terluka untuk Perancis saya," tweet Mbappe, kapten tim sepak bola nasional Perancis dan pemain bintang di Paris Saint-Germain (PSG), itu.

"Situasi yang tidak dapat diterima. Semua pikiran saya tertuju pada keluarga dan orang-orang terkasih Nael, malaikat kecil yang pergi terlalu cepat ini," kata Mbappe.

Korban penembakan yang diidentifikasi bernama Nahel M dari Nanterre, dihentikan oleh dua petugas polisi karena dinilai melanggar peraturan lalu lintas saat mengendarai Mercedes kuning pada Selasa pagi.

Polisi awalnya melaporkan bahwa seorang petugas telah menembak remaja tersebut karena dia mengendarai mobilnya ke arahnya  Tapi klaim itu dibantah oleh video yang beredar di media sosial.

Rekaman itu menunjukkan dua petugas polisi berdiri di samping mobil yang tidak bergerak, dengan satu orang menodongkan senjata ke pengemudi.

Sebuah suara terdengar mengatakan: "Kamu akan mendapatkan peluru di kepala." Petugas polisi kemudian tampak menembak ketika mobil itu tiba-tiba pergi.

Polisi berusia 38 tahun yang merekam tembakan mematikan itu ditahan setelah itu dan sedang diselidiki atas kasus pembunuhan.(ajz) Editor : Admin Padek
#Protes Penembakan di Perancis #Korban Penembakan Nael #emmanuel macron #Polisi Perancis #kylian mbappe