Gempa ini terjadi beberapa hari setelah wilayah yang sama diguncang gempa lebih besar berkekuatan 7,5 magnitudo pada 8 Desember 2025.
Menurut Japan Meteorological Agency (JMA), gempa hari ini terjadi di lepas pantai timur Prefektur Aomori pada pukul 11:44 waktu setempat (02:44 GMT) dengan kedalaman 20 kilometer.
Stasiun penyiaran nasional NHK melaporkan, JMA sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk pantai Pasifik utara Jepang, yang dicabut beberapa jam kemudian.
Gelombang tsunami teramati setinggi 20 sentimeter (8 inci) di kota Erimo, Pulau Hokkaido, pada pukul 12:35 waktu setempat, dan tiga menit kemudian tercatat lagi di wilayah Aomori.
NHK melaporkan tidak ada perubahan kondisi signifikan di pelabuhan manapun akibat gelombang tersebut.
Japan’s Nuclear Regulation Authority memastikan tidak ada tanda-tanda abnormalitas pada fasilitas nuklir di kawasan tersebut.
Gempa Jumat ini terasa lebih ringan dibandingkan gempa 7,5 magnitudo yang terjadi pada Senin lalu (8/12), yang merusak jalan, memecahkan jendela, dan memicu gelombang tsunami setinggi 70 sentimeter (2,3 kaki).
Gempa Senin melukai sedikitnya 50 orang, dan pemerintah mengeluarkan peringatan khusus langka bagi warga dari Hokkaido hingga Prefektur Chiba, di timur Tokyo, agar waspada kemungkinan gempa besar dalam seminggu ke depan.
Sejak gempa dahsyat 9,0 magnitudo dan tsunami 2011 yang menewaskan sekitar 18.500 orang dan menghancurkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi, kawasan timur laut Jepang selalu diwaspadai potensi bencana besar.
Selain itu, JMA sebelumnya mengeluarkan peringatan khusus pertama pada 2024 untuk pantai selatan Jepang terkait kemungkinan “megaquake” di Palung Nankai. Pemerintah memperkirakan gempa di Palung Nankai dan tsunami berikutnya bisa menewaskan hingga 298.000 orang dan menyebabkan kerugian hingga 2 triliun dolar AS.
Di tengah kekhawatiran kemungkinan “megaquake”, NHK melaporkan bahwa warga Jepang timur laut mulai menimbun perlengkapan darurat seperti senter, tangki air, dan penopang untuk mencegah perabotan jatuh saat gempa.
Di kota Hakodate, Hokkaido, penjualan air kemasan dan paket bencana meningkat tiga kali lipat setelah gempa Senin.
“Saya memutuskan untuk mempersiapkan, jadi membeli paket darurat untuk keluarga,” kata seorang pria berusia 30-an kepada NHK saat mengunjungi toko bersama keluarganya.
Jepang berada di atas empat lempeng tektonik utama di tepi barat Cincin Api Pasifik, menjadikannya salah satu negara paling rawan gempa di dunia dengan sekitar 1.500 gempa setiap tahun.
Sistem peringatan dini dan protokol evakuasi di Jepang termasuk yang paling canggih di dunia, sehingga masyarakat terbiasa mengikuti instruksi resmi saat terjadi gempa atau tsunami kecil.
Pihak berwenang Jepang terus memantau aktivitas seismik, memastikan kesiapsiagaan warga, dan memperbarui peringatan bila diperlukan. Hingga saat ini, aktivitas ekonomi dan transportasi di Prefektur Aomori dan sekitarnya tetap berjalan normal.(NHK/AP/ajz)
Editor : Heri Sugiarto