DPR: Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Sebelum Kembali Belajar di Sekolah

70
Ketua DPR RI Puan Maharani saat jadi pembicara kunci Halalbihalal Peringatan Hari Lahir Pancasila. (Foto: Humas DPR RI)

Pemerintah diminta mendengar masukan dari para pemangku kepentingan, seperti para pendidik, orang tua dan organisasi pendidikan sebelum membuka kembali sekolah sebagai bagian dari penerapan kebijakan new normal.

Hal itu disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani ketika menjadi pembicara kunci acara “Halalbihalal Peringatan Hari Lahir Pancasila” sekaligus Webinar Pendidikan Anak Usia Dini PAUD yang diselenggarakan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI), Senin (1/6/2020).

Menurut politisi PDI-Perjuangan ini, protokol pelaksanaan new normal di sekolah harus ketat. Berbeda dengan protokol untuk mal, perkantoran dan tempat publik lainnya.

“Penyelenggaraan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak pada kesehatan anak-anak kita, para generasi muda kita,” tegas Puan saat webinar bertema “Menjadi Bijak di Era Pandemi dan Persiapan Menyongsong New Normal”.

Apalagi, lanjutnya, di sekolah-sekolah PAUD anak-anaknya masih kecil, dan naluri untuk bermain bersama teman-temannya sangat besar.

Karena itu, Puan menekankan agar pelaksanaan new normal terutama untuk sekolah harus dilakukan secara hati-hati.

“Pemerintah juga perlu merespons aspirasi-aspirasi yang berkembang terkait penerapan new normal. Misalnya penerapan new normal di sekolah, di mana unsur-unsur masyarakat meminta agar kegiatan sekolah dimulai ketika keadaan benar-benar sudah terkendali,” ingatnya.

Kepada para guru PAUD, Puan berpesan agar benar-benar memperhatikan proses pembentukan karakter anak sejak usia dini.

”Para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD berperan sangat penting dalam proses pendidikan Indonesia khususnya dalam pembangunan karakter bangsa,” pesan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) periode 2014-2019 itu.

Puan yang disapa Bunda PAUD oleh para pegiat Pendidikan Usia Dini menyatakan pada usia dini, pembentukan karakter bangsa sangat ditentukan.

“Budaya santun, toleran, disiplin, etos kerja, gotong-royong, dan lain sebagainya, mulai ditanamkan dalam hati nurani anak-anak kita,” pesannya seperti dilansir laman DPR. (rel/esg)