Gubernur & Rektor Apresiasi Panitia, Siap Sukseskan Kongres IKA Unand

45

Panitia Pelaksana terus melakukan persiapan Kongres VI Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) yang akan berlangsung pada 7 Agustus 2021.

Untuk menyukseskan itu, Ketua Umum Panitia Pelaksana Kongres VI DPP IKA Unand Insannul Kamil bertemu Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernuran, Padang, Kamis (3/6/2021).

Dalam pertemuan itu, Insannul menjelaskan bahwa seharusnya kongres digelar 2020 lalu, tapi karena kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, lewat Rapim DPP IKA Unand kongres ditunda menjadi pasa 7 Agustus 2021.

“Hari ini, kami panitia melapor dan berharap dukungan Buya Gubernur untuk sukseskan kongres tersebut,” ucap Insannul didampingi Sekretaris Ilhamsyah Mirmam,. Wakil Sekretaris Mona Sisca, Wirda Ningsih dan Riduan Nasution.

Sementara itu, Gubernur Sumbar yang juga Ketua Umum DPP IKA Faferta Unand menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung digelarnya kongres tersebut.

“Jadikan momentum Kongres VI IKA Unand untuk memperkukuh moto kita tamatan Unand yaitu Kedjajaan Bangsa,” ujar Mahyeldi.

Setelah bertemu gubernur, Insannul dan rombongan bertemu Rektor Unand Prof Yuliandri untuk menyampaikan rencana kongres dan rangkaian kegiatan sebelumnya.

Baca Juga:  Sekolah Swasta di Sumbar Harus Mempunyai Ciri Khusus

“Kongres menjadi handicap bagi Unand (kampus dan alumni) untuk berkiprah ke depannya sebagai insan solutif bagi masalah bangsa,” ujar Insannul dalam pertemuan di ruangan rektor Unand.

Merespons itu, Rektor Unand Prof Yuliandri sangat apresiasi terhadap diadakannya kongres dan rangkaian kegiatan hingga puncak pelaksanaan.

“Unand di setiap denyut gerak bangsa dan negara ini selalu menempatkan diri sebagai lembaga pemberi solusi bangsa,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Yuliandri juga menanggapi dan berterima kasih kepada kalangan alumni yang tiba-tiba mencalonkan dirinya sebagai ketua umum IKA Unand mendatang.

Namun, katanya, menjadi Ketum IKA Unand sesuatu yang tidak mungkin dan tidak etis bagi dirinya yang kini tengah menjabat rektor.

“Tidak mungkin dan tidak etis. Saya rektor yang akan bermitra dengan IKA Unand untuk kemajuan kampus Unand,” ujarnya.

Insannul Kamil mendukung sikap Yuliandri meskipun konstitusi IKA  Unand tidak ada melarang pencalonan itu.

Namun, aturan tidak tertulis yang membuat rektor tidak bisa jadi Ketua Umum Alumni.(rel)

Previous articlePT PLN UP3 Padang Raih Penghargaan Kontribusi Pajak Daerah Terbesar
Next articleLantamal II Padang Gelar Doa Bersama Untuk Awak KRI Nanggala