Dewan Pendidikan Minta Disdik dan Guru Kontrol Ketat Belajar di Kelas

72

Dewan Pendidikan Sumatera Barat meminta Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan kontrol ketat pelaksanaan pendidikan luring atau luar jaringan (tatap muka di kelas) SMA-SMK, yang dimulai hari ini Senin (4/1/2021). Dengan kontrol yang ketat, jajaran dinas bisa melakukan evaluasi dengan data dan informasi valid sehingga tidak keliru dalam melaksanakan kebijakan.

“Keputusan melaksanakan pendidikan tatap muka sudah dilakukan melaui proses yang cukup panjang. Ditetapkan indikator-indikatornya sebelum sebuah sekolah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk memulai tatap muka. Meski demikian, tentu masih ada kekhawatiran kekhawatiran orangtua siswa terjadinya hal yang tak diinginkan. Maka perlu kontrol berkelanjutan, agar luring tidak jadi petaka,” ujar anggota Dewan Pendidikan Sumbar, Burhasman.

Kekhawatiran itu kata mantan Kadis Pendidikan Sumbar ini wajar karena Covid-19 belum mereda, bahkan cenderung meluas. Sejalan dengan dimulainya pembelajaran tatap muka, tentu ada kekhawatiran orang tua melepas anaknya ke sekolah.

Di sisi lain, katanya, sekolah ada yang belum memberikan penjelasan tuntas atau detail terkait mekanisme dan proses pelaksanaan belajar tatap muka sehingga menimbulkan kecemasan orang tua.

Anggota Dewan Pendidikan Khairul Jasmi menambahkan bahwa ada sekolah yang mengirim blanko surat pernyataan terkait izin belajar tatap muka pada orang tua. Salah satu poinnya seakan-akan sekolah lepas tangan kalau anak terpapar Covid-19 di sekolah.

“Sembilan bulan lebih belajar daring, bahkan siswa baru belum pernah bertemu gurunya, tentu telah berakibat kemunduran pengetahuan anak. Pembelajaran tatap muka diharapkan bisa perlahan memperbaiki itu. Namun jangan menjadi musibah. Untuk itu,  mestinya ada program khusus untuk recovery masalah ini,” ujar jurnalis senior yang juga Komisaris Semen Indonesia.

Wartawan senior yang akrab disapa KJ itu optimistis jika kontrol dan evaluasi dilakukan secara ketat,  maka kekhawatiran terjadinya penularan Covid-19 seiring belajar luring bisa diminimalisir. Apalagi jajaran pendidikan memiliki perangkat struktur dan SDM yang cukup untuk itu.

Selain struktural dinas, juga ada kepala sekolah hingga jajaran guru dan tenaga pendidik yang harus melakukan kontrol. “Namun peran orangtua juga tak kalah penting untuk selalu nyinyir mengingatkan anak masing masing. Tak hanya siswa SMA SMK, kita berharap ini diterapkan di jenjang pendidikan mulai PAUD hingga perguruan tinggi,” tegasnya.(rel)