Kembali jadi Rektor, Ganefri Pacu Transformasi UNP jadi Berbadan Hukum

68
Ganefri diambil sumpahnya sebagai Rektor UNP untuk kedua kalinya. (Foto: IST)

Prof. Ganefri Ph.D resmi dilantik untuk kedua kalinya, sebagai Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) masa jabatan 2020-2024 di Gedung Auditorium UNP, Kamis (4/6/2020).

Pelantikan dan pengambilan sumpah rektor dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI secara melalui virtual.

Usai pelantikan, Ganefri mengakui belum semua yang direncanakan tahun 2016-2020 memenuhi target secara keseluruhan.

Namun dia siap melanjutkan program tersebut pada 2020-2024 dengan penekanan pada implementasi kampus merdeka dan merdeka belajar.

Ke depan kata Ganefri, UNP akan mencoba memakai berbagai strategi dalam pengembangan kurikulum serta akan melakukan re-oriantasi kurikulum.

Terkait kampus merdeka, Ganefri mengatakan UNP saat ini sedang memacu diri untuk mengubah bentuk dan mentransformasi perguruan tingginya menjadi berbadan hukum dan saat ini tengah dalam proses.

“Karena dengan status badan hukum kita bisa dapatkan otonomi yang lebih luas, mulai dari pengelolaan akademik pelayanan akademik termasuk juga otonomi dalam pengelolaan keuangan. Kalau kita sudah berstatus sendiri nanti, sehingga jika membuka dan menutup prodi tak perlu lagi ijin dari Kementerian cukup dari wali amanah,” papar Ganefri.

Artinya kata Ganefri, kalau prodi tersebut dibutuhkan oleh pasar dan jelas lulusannya akan terserap seusai kajian, maka tentu UNP akan membuka.

Ganefri juga mengatakan UNP ke depan akan berfokus pada internasionalisasi. Prodi-prodinya akan diakreditasi secara internasional.

“Internasionalisasi visi kita ke depan tahun 2020-2024 ini dan itu bisa kita lakukan mengimplementasikan dalam kampus merdeka,” sebutnya.

Dikatakannya, jadi apa yang sudah dicanangkan menteri adalah sebuah peluang.

“Kampus merdeka itu adalah sebuah peluang berinovasi sehingga ada kebebasan yang lebih luas. Kampus merdeka itu adalah peluang bagi perguruan tinggi untuk berinovasi, sehingga ada kebebasan otonomi akademik yang lebih luas, dengan ada kebebasan kita harapan akan melahirkan banyak inovasi,” jelasnya.(rel)