Fasilitasi Kerja Sama Mahasiswa-Praktisi dan Hilirisasi Hasil Riset

32

Pendidikan tinggi harus dilakukan dengan cara-cara baru. Mahasiswa harus difasilitasi agar bisa belajar apa saja dan kepada siapa saja, baik pada pelaku industri, wirausahawan, praktisi pemerintahan, dan para pelaku lapangan lainnya.

Kerja sama dengan para praktisi bukan hanya memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa, tetapi juga bisa bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, untuk research and development di dunia industri, dan sekaligus pengembangan ilmu-ilmu murni.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutan virtual pada Rapat Terbuka Dies Natalis Ke-58 Universitas Brawijaya (UB), Selasa (5/1/2021).

“Jangan lagi terjebak dalam rutinitas, cara-cara baru harus kita kembangkan, keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan, kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Jokowi  mengungkapkan, bangsa Indonesia telah melewati tahun 2020 yang sulit dan penuh tantangan akibat adanya pandemi Covid-19. Namun pandemi ini juga telah memberikan pelajaran dan menginspirasi untuk dapat membuat terobosan dan inovasi.

Inventor dari Universitas Brawijaya telah mengajukan 132 paten selama pandemi ini, tertinggi di Indonesia dalam kategori universitas. Oleh karena itu, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Indonesia menunggu Iptek unggul produk UB untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya berharap kita tidak berhenti pada jumlah paten dan harus dilanjutkan dengan jalinan kerja sama untuk memperkuat hilirisasi hasil-hasil riset dan inovasi itu, melalui kolaborasi antara universitas dengan dunia industri untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan keyakinannya bahwa 2021 adalah tahun yang penuh harapan. Seiring dengan upaya keras pemerintah untuk menangani Covid-19 secara cepat melalui program vaksinasi yang akan segera dilaksanakan. Hal ini tentu harus dibarengi disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Kehidupan perekonomian juga sudah mulai sedikit bangkit dan akan terus bangkit lebih baik ditandai semakin banyaknya investasi di awal tahun ini. Hal ini diyakininya akan meningkatkan perekonomian dan akan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, serta membawa kemajuan perekonomian Indonesia di tengah persaingan global yang sangat ketat.

“Semua peluang tersebut membutuhkan kesiapan kita di berbagai bidang, terutama dalam pengembangan talenta unggul Indonesia yang berkarakter kebangsaan yang kuat, yang selalu inovatif, yang kompetitif dan mampu memenangkan hiperkompetisi dunia yang penuh dengan disrupsi dan ketidakpastian,” ujarnya.(rel/setkab)