Tak Ditemukan Pelanggaran Prokes, PBM Tatap Muka Berjalan Lancar

29
Sejumlah siswa di SMPN 25 Padang kembali mengikuti pembelajaran tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan, kemarin. (IST)

Proses belajar mengajar (PBM) tatap muka untuk murid SD dan pelajar SMP yang mulai dilaksanakan Senin (4/1), berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Pantauan Padang Ekspres di sejumlah sekolah di Kota Padang kemarin, para siswa datang ke sekolah diantar oleh orangtua mereka.

Sebelum memasuki lingkungan sekolah, siswa terlebih dahulu melakukan cek suhu tubuh dan mencuci tangan secara bergantian dan teratur serta mereka juga diwajibkan menggunakan masker sejak dari rumah.

Kemudian, siswa langsung diarahkan memasuki ruang kelas untuk menunggu gurunya dan memulai proses pembelajaran. Mereka tidak diperbolehkan berkumpul bersama temannya di luar kelas.

Tak hanya itu, di dalam setiap ruang kelas hanya berisi 15 siswa dari jumlah 30 peserta didik. Para siswa juga menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memberi jarak meja dan kursi dari kiri-kanan dan depan-belakang 1,5 meter.

Kepala UPT SDN 06 Kampung Lapai, Agusyadi, mengatakan, penerapan PBM tatap muka ini berdasarkan arahan dari Pemko Padang melalui Disdik yang dimulai pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

“Alhamdulillah, dalam teknis pelaksanaan PBM tatap muka hari ini (Senin, red) berjalan aman, tertib dan lancar. Dalam hal ini, pihak sekolah sudah mengacu kepada instruksi Disdik Kota Padang dengan syarat harus memberikan pernyataan tertulis dari para orang tua atau wali murid melalui surat izin dan surat pernyataan bermaterai perihal pemberian izin siswa mengikuti pembelajaran tatap muka,” kata Agusyadi.

Ia menjelaskan, total siswa SDN 06 Kampung Lapai sebanyak 638 orang. Namun, 95 persen orangtua memberi izin untuk anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka. Sedangkan 5 persen lebih memilih agar anaknya tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh atau daring.

“PBM tatap muka dimulai pada pukul 07.30, para siswa langsung diarahkan memasuki ruang kelas untuk memulai proses pembelajaran sampai pukul 10.20 dan tidak ada jam istirahat,” tuturnya.

Terkait penerapan protokol kesehatan, lanjutnya, sebelum masuk kelas para siswa harus diwajibkan memakai masker dan dicek suhu tubunya. “Jika suhu tubuh anak itu 37,5 derajat celsius ke atas maka tidak dibolehkan masuk sekolah dan disuruh pulang untuk istirahat,” ujarnya.

Kemudian, pihak sekolah juga sudah mempersiapkan tempat cuci tangan. “Kurang lebih 17 buah tempat cuci tangan yang sudah dipersiapkan di area lingkungan sekolah,” jelas Agusyadi.

Lebih lanjut, pada pembelajaran tatap muka ini jumlah siswa yang datang ke sekolah hanya 50 persen dari total jumlah siswa per kelas sebelumnya. “Pada minggu pertama pembelajaran tatap muka ini, siswa yang datang ke sekolah hanya kelas 5 dan kelas 6. Minggu kedua, itu kelas 3, 4, 5, dan kelas 6. Selanjutnya pada minggu ketiga kelas 1 sampai kelas 6. Pada minggu keempat, baru semua kelas,” paparnya.

Untuk metode ajar, pihak sekolah sudah diberikan materi esensial oleh Disdik Kota Padang dalam pembelajaran selama 3 jam dalam bentuk pembekalan pembentukan karakter dan ditambah dengan pembelajaran skala prioritas.

Baca Juga:  Covid-19, Semen Padang Fasilitasi Karyawan Vaksin Booster Gelombang Ketiga

Hal senada juga diungkapkan Kepala SMPN 25 Padang, Setrial. Dia mengatakan PBM tatap muka berjalan sesuai protokol kesehatan. “Di hari pertama ini hanya diikuti oleh kelas 9. Para siswa kelas 9 ini dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti proses pembelajaran tatap muka pada hari Senin hingga Rabu, sementara kelompok kedua pada hari Kamis hingga Sabtu,” ujarnya.

Pada minggu kedua, pembelajaran tatap muka diikuti oleh kelas 9 dan kelas 8. Setelah itu minggu ketiga kelas 7, 8 dan kelas 9 dengan memperbolehkan 50 persen dari jumlah siswa.

Setrial menjelaskan, jumlah siswa di SMPN 5 Padang sebanyak 760 orang. Namun 15 persen dari jumlah siswa tersebut, orangtuanya tidak memberi izin anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka. “Itu tidak jadi masalah. Para siswa yang tidak dapat izin mengikuti pembelajaran tatap muka akan mengikuti pembelajaran secara daring,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 15 Padang, Hasyuni Harti juga mengatakan siswa yang hadir dalam pembelajaran tatap muka kemarin, hanya kelas 9 saja. Di mana, masing-masing kelas diperbolehkan hadir hanya 50 persen dari jumlah siswa.

Sementara itu, untuk memantau penerapan protokol kesehatan di sekolah, Pemko Padang menerjunkan personel Satpol PP ke sekolah-sekolah mulai dari tingkat baik SD sampai SMA di Kota Padang di Kota Padang.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Alfiadi mengatakan, kedatangan personel Satpol PP tersebut dalam rangka pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan saat PBM tatap muka.

Dalam pemantauan tersebut, personel Satpol PP melakukan pengecekan terhadap fasilitas penunjang prokes Covid-19 seperti pengecekan suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Kemudian personel melakukan sosialisasi kepada siswa-siswi baik SD, SMP, dan SMA agar tetap menerapkan prokes Covid-19 seperti menggunakan masker selama beraktivitas di lingkungan sekolah.

Dalam pemantauan tersebut, pihaknya tidak menemukan pelanggaran maupun kekurangan fasilitas penunjang prokes Covid-19 di sekolah yang dikunjungi. “Sejauh ini pihak sekolah mematuhi prokes Covid-19 dalam melaksanakan PBM secara tatap muka. Jadi bisa dikatakan secara umum pemantauan berjalan dengan aman dan lancar,” jelasnya.

Alfiadi menambahkan, pemantauan sekolah-sekolah tersebut akan terus dilakukan oleh Satpol PP Kota Padang untuk memastikan seluruh siswa di Kota Padang aman dalam mengikuti PBM secara tatap muka di sekolah masing-masing. “Kami juga mengimbau kepada pihak sekolah agar serius dan disiplin menerapkan prokes agar kasus positif Covid-19 tidak bertambah,” tukas Alfiadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi memastikan PBM tatap muka dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini agar tidak terjadi penyebaran dan penularan Covid-19 terhadap peserta didik atau siswa di lingkungan sekolah.

“Para orangtua juga kita minta ikut mengedukasi anak-anaknya terkait penerapan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membawa hand sanitizer, dan membawa bekal dari rumah. (r/a/eri)