Siapkan Aturan di Sekolah saat New Normal

(Foto: IST)

Pemko Padang telah membuat rancangan aturan di sekolah dan lembaga pendidikan dalam persiapan menyongsong era new normal atau pola hidup baru di masa pandemi virus korona (Covid-19).

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang Danti Arvan kepada Padang Ekspres kemarin (4/6) menyebutkan, aturan tersebut telah tertuang dalam rancangan Perwako Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan, pola hidup baru di sekolah dan lembaga pendidikan itu dilaksanakan oleh penanggungjawab sekolah dan lembaga pendidikan dengan berbagai persyaratan. Di antaranya, menyediakan sarana prasarana cuci tangan dengan perbandingan 1 banding 50 siswa, memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar, menyediakan hand sanitizer di setiap ruangan, dan membersihkan serta melakukan penyemprotan disinfektan sarana prasarana sekolah secara rutin setiap hari.

Lalu, melakukan mengecek suhu tubuh siswa, guru, penjaga sekolah, dengan thermo gun sebelum memulai aktivitas belajar mengajar, dan semua warga sekolah termasuk tamu wajib menggunakan masker.

“Jika diketahui ada siswa, guru, atau penjaga sekolah yang suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat Celcius, pimpinan sekolah itu mesti melaporkan ke puskesmas terdekat, untuk dilakukan prosedur penanganan Covid-19,” katanya saat rapat kerja bersama Komisi I DPRD Kota Padang.

Dalam memberikan pembelajaran, sambungnya, guru memakai plastik pelindung wajah atau face shield. Dan menjaga jarak aman atau physical distancing minimal satu meter antar siswa.

Saat pola pembelajaran tatap muka hanya 50 persen dari jumlah siswa atau maksimal 16 orang untuk satu kali pembelajaran dalam satu rombongan belajar. “Begitu juga dengan jumlah jam pelajaran, setiap hari sebanyak 50 persen dari beban kurikulum normal. Kekurangan jam pelajaran diberikan guru kepada siswa dalam bentuk tugas mandiri,” ujarnya.

Danti menambahkan, siswa diwajibkan membawa bekal makanan sehat dari rumah dan penanggung jawab sekolah mesti menutup tempat bermain di sekolah dan meniadakan olahraga langsung yang menimbulkan kontak langsung sesama siswa.

“Semua warga sekolah dan tamu yang mengalami gejala demam, atau batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, bersin, dilarang ke sekolah dan lembaga pendidikan. Bagi warga sekolah yang baru datang dari daerah pandemi, wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari atau menunjukkan negatif tes swab,” tegasnya.

Menurutnya, semua rancangan aturan dan ketentuan pola hidup baru di sekolah dan lembaga pendidikan tersebut telah fix dan mendetil. “Namun, jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki, akan kami koreksi kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Danti menyatakan, setiap penanggung jawab sekolah dan lembaga pendidikan yang diketahui melanggar ketentuan tersebut, akan dikenakan sanksi administrasi berupa teguran tertulis oleh Dinas Pendidikan Kota Padang. “Jika sudah diberikan teguran tertulis dan masih melakukan pelanggaran, akan dikenakan sanksi denda minimal Rp 500 ribu maksimal Rp 1 juta oleh Satpol PP didukung oleh Dinas Pendidikan,” tukas Danti. (i)