Mahasiswa Kampus Berikut Ini Bisa Ajukan Keringanan Uang Kuliah

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi saat talkshow virtual. (Foto: Humas Kemenag)

Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terdampak pandemi virus korona (Covid-19), dapat mengajukan keringanan uang kuliah tunggal (UKT). Pengajuan disampaikan mahasiswa UIN, IAIN dan STAIN kepada rektor masing-masing.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi saat menanggapi pertanyaan salah seorang mahasiswa UIN Surabaya tentang kebijakan pembatalan pemotongan 10% UKT, saat talkshow virtual bertajuk OBSESI yang digelar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam.

“Bila ada mahasiswa yang keberatan untuk membayar UKT secara full, bisa mengajukan keringanan atau UKT banding kepada Rektor. Sehingga ini bisa diberikan keringanan,” kata Zainut Tauhid, Senin (4/5/2020).

Pemotongan anggaran Kemenag sebesar Rp2,6 triliun guna penanggulangan nasional Covid-19 disebut Wamenag menjadi faktor mempertimbangkan kembali rencana pemotongan UKT PTKIN sebesar 10 persen.

“Itu jumlah yang tidak sedikit, sehingga kami mempertimbangkan kembali (pemotongan UKT),” ujar Wamenag.

“Karena apa? Kami memikirkan yang lebih besar, yaitu program nasional yang itu juga bertujuan menyelamatkan umat manusia,” imbuhnya.

Ia menambahkan, saat ini prioritas pemerintah untuk menanggulangi Covid-19 menjadi hal utama. Pemerintah secara serius memberikan penanganan program Covid-19 ini melalui tiga hal.

Pertama, bagaimana pemerintah berusaha menyelesaikan penyebaran penyakitnya. Kemudian kedua, pemerintah membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Hari ini banyak saudara-saudara kita yang dia dibebastugaskan dari pekerjaan, banyak juga yang tidak bisa bergerak mencari (nafkah). Itu menjadi sasaran untuk dibantu. Yaitu melalui program jaring pengaman sosial dan itu pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat secara nasional,” ungkapnya.

Kemudian, ketiga, memberikan stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha, pemerintah memberikan relaksasi kepada pengusaha agar mereka tidak kolaps.
“Saya ingin memberikan pemahaman bersama bahwa masalah ini harus menjadi tanggung jawab kita semuanya,” sambung Wamenag.

Hal ini diharapkan Wamenag menjadi pemahaman mahasiswa PTKIN. Wamenag menyampaikan, meski tidak ada pemotongan UKT 10 persen, PTKIN tetap memberikan peluang pengajuan keringanan bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19.

“Untuk itu, bagi yang berat, terutama sebagian saudara atau teman kita yang terdampak secara serius, dapat diberikan kelonggaran. Untuk menyampaikan banding kepada rektor agar diberikan keringanan,” ujar Wamenag seperti dilansir laman Kemenang.(esg)