Gubernur Sumbar Dukung Pengembangan Pupuk Darah Sapi SMAK Padang

40

Inovasi SMK SMAK Padang untuk pengembangan pupuk organik cair berbahan baku darah sapi mendapat respons baik dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.

Terlebih, formula itu telah mengantongi hak paten dan merupakan karya siswa SMK naungan Kementerian Perindustrian tersebut.

“Kami menyambut baik inovasi SMAK Padang. Pemanfaatan limbah darah sapi menjadi pupuk organik cair, itu luar biasa, ” kata Mahyeldi saat menerima rombongan Tim Inovasi Pelayanan Publik (TIM Sinovik) SMK SMAK Padang di kediamannya, Kamis (08/03/2021).

Selain bermanfaat untuk pertanian, inovasi itu juga baik bagi lingkungan. Sebab, kualitas pupuknya dapat meningkatkan produksi dari tanaman sekaligus ramah lingkungan.

“Ke depan pengembangan pupuk cair limbah darah sapi dapat di kerja samakan. Bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Gubernur.

Lebih lanjut, Mahyeldi menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang dilahirkan SMAK Padang. Sebelumnya juga sudah banyak karya dan temuan siswa SMAK Padang yang sangat berguna bagi kehidupan dan ilmu pengetahuan.

“Hal itu perlu ditindaklanjuti sehingga ke depan temuan-temuan siswa SMAK Padang teraplikasikan,” ujarnya.

Selanjutnya Gubernur Sumbar juga merekomendasikan pihak SMAK Padang untuk bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat untuk pemanfaatan bahan baku darah dari Rumah Potong Hewan (RPH).

Pada kesempatan itu Gubernur juga mencoba mengaplikasikan pupuk cair ke tanaman di lingkungan istana. Sebelumnya, rombongan dipimpin langsung Kepala SMK SMAK Padang, Nasir, melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di musala setempat yang langsung diimami gubernur.

Baca Juga:  Mahasiswa Dibatasi, UNP Buka Pendaftaran Doktor Ilmu Keolahragaan

Sementara itu, pihak SMAK Padang yang mendapatkan respons positif dari Pemprov Sumbar bertekad untuk menjadikan inovasi itu sebagai wujud pelayanan publik yang berdampak positif terhadap lingkungan. Inovasi itu pun menjadi unggulan untuk penilaian dalam kompetisi Sinovik 2021.

Seperti diungkapkan Kepala SMAK Padang, sekolah vokasi binaan Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian itu mewakili kementeriannya pada kompetisi pelayanan publik Kemenpan RB.

“Tahun ini SMAK Padang mewakili Kemenperin mengikuti penilaian Inovasi Publik di Kemenpan RB. Salah satu inovasi unggulan kami adalah pupuk cair darah sapi yang sudah mengantongi hak paten,” kata Nasir.

Menurut Nasir, secara kualitas sudah diuji pada tanaman padi dan tanaman hias juga tanaman buah terbukti efisien. Selain murah dan mudah proses pembuatannya, pupuk cair terbukti dapat meningkat produksi tanaman.

“Kami optimis dengan pengembangan pupuk cair darah sapi, dapat membantu masyarakat. Tentu saja dibutuhkan dukungan pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk pengembangan lebih optimal ke depannya,” tandas Nasir. (rel)

Previous articleKinerja PT BPR Durian Mandiri, Asset Tumbuh, Kualitas Aktiva Membaik
Next articleLantik Ketua Forkomawa LLDIKTI Wilayah X, Prof. Herri Ucapkan Selamat