Wali Kota Ini Kumpulkan Ponsel Bekas untuk Siswa Belajar Daring

Kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19 yang memindahkan proses belajar di sekolah ke rumah lewat media daring menyulitkan bagi sebagian siswa dari keluarga tidak mampu.

Hal itu terungkap dari keluhan ratusan siswa yang tidak memiliki cukup uang untuk memiliki ponsel android untuk belajar daring.

Wali Kota Pariaman Genius Umar merespons keluhan itu dengan menginisiasi pengumpulan ponsel android bekas untuk para siswa dari keluarga miskin tersebut. Untuk tahap awal, dikumpulkan dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Pengumpulan ponsel android bekas itu dilakukan dengan cara “badoncek” yang dalam tradisi masyarakat Piaman (Pariaman dan Padangpariaman) memiliki nilai gotong-royong.

“Saya sudah mengetok hati ASN di Pariaman untuk bermurah hati menyumbangkan HP android seken atau bekasnya kepada siswa yang lagi belajar saring di masa pandemi yang masih belum tahu kapan berakhirnya ini,” ujar Wali Kota Pariaman Genius Umar, Sabtu (12/9/2020).

Menurutnya, untuk belajar daring butuh ponsel android dan paket kuota internet. Bagi siswa yang kurang mampu, orangtuanya tidak bisa membeli perangkat cerdas itu.

“Kalaupun bisa, pasti orangtuanya harus banting tulang bekerja atau meminjam uang orang lain,” ujar Genius Umar yang saat ini tercatat sebagai Cawagub mendampingi Cagub Irjen Pol Fakhrizal.

Baca Juga:  Pendataan Bantuan Kuota Internet Kacau

Untuk itu, kepada kalangan ASN dan masyarakat berpunya baik di Pariaman maupun di perantauan Genius mengimbau agar bisa membantu anak dan kemenakan yang terkendala proses belajar daring itu.

“Ponsel androidnya yang kurang digunakan tapi masih berfungsi dengan baik, diharapkan bisa didonasikan. Setelah terkumpul, kita berikan kepada anak-anak yang kurang mampu supaya mereka bisa belajar daring sebagaimana kawan-kawan mereka lainnya di kondisi wabah korona ini,” kata wali kota bergelar doktor itu.

Sebelumnya, untuk menyukseskan belajar daring di Pariaman, pemko lewat Diskominfo telah membagikan paket kuota internet kepada siswa dan guru di Pariaman.

“Untuk Kota Pariaman, kita alokasikan sebanyak 4.200 kartu. Pertamanya ada kouta 10 GB dari Telkomsel, setelah itu nantinya Kemendikbud akan menambah setiap bulannya 30 GB untuk siswa SD,SMP dan SMA,” ujar Kadis Kominfo Pariaman Hendri.

Semua media daring kata Hendri sesuai perintah Wali Kota Pariaman harus dapat diakses secara gratis. Sehingga data internet yang sering menjadi masalah bagi anak-anak didik bisa teratasi.(rel)