Penilaian Mandiri Perlu atau Tidak Rapid Test, Akses Aplikasi INARISK

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan. (Foto-Humas BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 diketuai Doni Monardo, membuat terobosan lewat aplikasi INARISK Personal.

Lewat aplikasi tersebut, selagi berada di rumah, masyarakat dapat melakukan penilaian mandiri terkait perlu atau tidaknya melakukan tes cepat (rapid test) Covid-19.

“Kami butuh dukungan dari masyarakat yang ada di rumah, untuk lakukan penilaian mandiri untuk pribadi, keluarga, dan desa dengan aplikasi INARISK,” kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (12/4).

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengisi sejumlah pertanyaan sesuai kategori yang tersedia, yaitu pribadi, keluarga, dan desa.

Oleh karena itu, Gugus Tugas berharap partisipasi masyarakat untuk peduli terhadap diri sendiri, keluarga dan di lingkungan tempat tinggal dalam upaya memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Untuk kategori pribadi, terdapat 21 poin pertanyaan terkait perilaku dan kebiasaan pribadi, potensi tertular di dalam dan luar rumah, penggunaan transportasi umum, masker, hingga daya tahan tubuh atau imunitas.

Penilaian mandiri bisa dilakukan di aplikasi Inarisk Personal BNPB yang bisa diunduh di Playstore dan AppStore.

Di kategori selanjutnya, yakni keluarga, pengguna akan diminta mengisi jawaban terkait pengetahuan mengenai Covid-19 bagi anggota keluarga, hingga lingkungan tempat tinggal.

“Apakah lingkungan rumah dekat dengan titik kumpul masyarakat banyak, padat penduduk, dan lainnya. Lalu ada pertanyaan terkait kondisi tempat tinggal,” kata Lilik.

Kemudian, aplikasi juga minta penjelasan mengenai kebiasaan keluarga, rencana, kapasitas termasuk siapa saja anggota keluarga yang dinilai rentan seperti usia lanjut atau mengidap suatu penyakit kronis.

“Kemudian kebiasaan keluarga, rencana keluarga, kapasitas keluarga termasuk ada anggota keluarga yang rentan seperti lanjut usia dan berpenyakit kronis,” sambungnya.

Sementara di kategori desa, 21 pertanyaan meliputi kesiapsiagaan desa, ketersediaan relawan, hingga bentuk pencegahan yang telah dilakukan seperti adanya ruang isolasi, penyemprotan disinfektan, tempat cuci tangan, dan lainnya.

“Akan ada pertanyaan juga mengenai penanganan Covid-19, seperti kerja sama desa dengan rumah sakit atau puskesmas,” kata Lilik.

Setelah mengisi sejumlah pertanyaan di atas, pengguna akan mendapatkan informasi terkait tingkat risiko masing-masing.

“Rekomendasi meliputi apa yang harus dilakukan setelah melakukan penilaian itu, lalu rumah sakit rujukan, dan lainnya,” ujar Lilik seperti dikutip dari laman BNPB.

Dalam hal ini, BNPB meminta agar pengguna aplikasi mengisi data dan pertanyaan dengan jujur agar mendapatkan rekomendasi yang tepat. Lilik juga menjamin data pengguna bersifat rahasia.

Aplikasi tersebut sudah dapat diunduh melalui PlayStore untuk Android dan AppStore untuk iOS.(rel/esg)