Dibagi 7 Kluster, Tema IKA Unand Call for Paper Didiskusikan secara Virtual

Penyampaian hasil rapat Tim IKA Unand Call for Paper melalui sambungan video call. (Foto: IST)

Program Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand) Call for Paper hampir rampung, dimana saat ini telah masuk puluhan tulisan dari alumni dan sedang dalam proses editing, serta lay out untuk dicetak dalam bentuk buku.

Untuk lebih mengelaborasi hasil-hasil pemikiran dari para alumni yang tulisannya masuk dalam IKA Unand Call for Paper, rencananya selama seminggu di awal bulan Juli, akan dilakukan webinar sesuai dengan tema yang sudah dikluster.

Demikian disampaikan Koordinator Tim IKA Unand Call for Paper, Ilhamsyah Mirman sesaat setelah rapat membahas penerbitan buku dan diskusi webinar menjelang peluncurannya.

“Dari puluhan tulisan yang akan diterbitkan, dibagi ke dalam 7 kluster, dan masing-masing tema kluster itulah yang akan dilakukan diskusi secara virtual, selama 7 hari,” ungkap Ilham, Sabtu (13/6/2020), di Sekretariat DPP IKA Unand Jalan KIS Mangunsarkoro Ujung Gurun, Padang. Turut hadir dalam penyampaian hasil rapat Tim IKA Unand Call for Paper ini pengurus lainnya, seperti Isa Kurniawan, Deni Pratama, Riduan Nasution dan Mona Sisca.

Ilham menjelaskan, 7 kluster itu yakni Pendidikan Tinggi serta Alumni yang Berkontribusi dan Menginspirasi, Kepemimpinan dan Manajemen Bisnis, Entreprenuership, Etika Manajemen dan Kebijakan Publik, Lingkungan dan Perilaku Hidup Sehat, Pembangunan dan Local Wisdom, terakhir Mozaik Gagasan dan Kisah Inspiratif.

Lebih lanjut disampaikan Ilham, disamping menghadirkan penulis, diskusi juga melibatkan narasumber lainnya yang berkompeten dari akademisi, praktisi, alumni dan mahasiswa.

Sementara, Ketua Harian DPP IKA Unand Surya Tri Harto sebagai penggagas Call for Paper, dan sekaligus penanggungjawab program ini menyampaikan melalui video call, bahwa kumpulan tulisan yang akan dijadikan buku ini merupakan sumbangan pemikiran dari alumni Unand sebagai komunitas intelektual, untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Dengan latar belakang penulis yang beragam, begitu juga tema tulisannya, walaupun ada yang menulis tentang politik, tapi ini murni pemikiran dalam wilayah intelektual,” ungkap Surya, alumni Fakultas Teknik yang saat ini menjadi pejabat teras di PT Pertamina. (rel)