BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini Gempa Otomatis Muncul di Ponsel

122

Sumbar merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi terjadi bencana gempa dan tsunami.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono, pada 10 Februari 1797 tsunami pernah melanda Sumbar. Ketika itu, setelah terjadi gempa kuat sekitar pukul 22.00, muncul tsunami dahsyat menerjang Kota Padang dan sekitar 300 orang meninggal. “Kapal besar terdorong sejauh hingga 5,5 km ke daratan,” kata Daryono dalam tweet-nya.

Untuk meminimalisir risiko jika sewaktu-waktu terjadi bencana tersebut, Badan Meteorologi sejak tahun 2019 telah memasang sensor sistem peringatan dini gempa bernama EEWS (Earthquake Early Warning System) di kabupaten dan kota. Selain itu, juga telah dipasang di Bengkulu, Lampung dan Jawa Barat.

Sistem EEWS ini, menurut Kepala Pusat Seismologi Teknik Geopotensial dan Tandawaktu BMKG Rahmat Triyono, mampu memberikan peringatan atau sinyal sekitar 30 detik sebelum guncangan gempa melanda suatu kawasan.

Saat ini, sistem peringatan dini tersebut tengah dikembangkan BMKG agar bisa terkoneksi dengan smartphone. Artinya, ketika terjadi gempa, maka otomatis muncul notifikasi dari BMKG kepada masyarakat di kawasan guncangan gempa. Sistem ini telah diterapkan di Jepang.

Notifikasi itu, misalnya berisikan kekuatan gempa disertai imbauan agar menjauhi bangunan, peringatan dini tsunami atau menyelamatkan diri ke daerah ketinggian terdekat.

“Sedang kita kembangkan notifikasi EEWS yang langsung terkoneksi ke mobile phone itu. Mohon doa restunya. Saat ini masih dalam rangkaian ujicoba dan dijajaki kerja sama dengan provider,” ujar Rahmat Triyono, kepada padek.co, Minggu (14/2/2021).

Sistem EEWS itu, kata mantan Koordinator BMKG Sumbar ini, telah diujicobakan saat terjadi gempa di Lampung beberapa hari lalu. Dalam pemaparannya di video yang dikirimkan ke Padek.co, terlihat grafis titik gelombang gempa ketika itu  terdeteksi dalam waktu 47 detik dan gelombang gempa yang berpotensi memicu guncangan tampak “menjalar” hingga Jakarta. (esg)