Tidak Wajib Beli Seragam SD di Sekolah

18
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Habibul Fuadi. (Foto: IST)

Para orangtua atau wali peserta didik baru (PDB) jenjang pendidikan SD, tidak diwajibkan membeli baju seragam sekolah anak di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Habibul Fuadi (14/6/2020) mengatakan, tidak aturan yang mengatur kewajiban membeli seragam sekolah di sekolah. “Tidak ada aturan yang mewajibkan itu,” katanya.

Habibul menegaskan soal baju seragam sekolah peserta didik baru adalah urusan pribadi masing-masing orangtua siswa. Dia mempersilakan kepada para orangtua atau wali untuk membeli baju seragam sekolah anak di mana saja.

“Seragam itu urusan orangtua. Terserah orangtua mau beli di mana. Silahkan. Setahu saya, selama ini orangtua bebas. Kalau bahasanya bebas, diserahkan ke orangtua masing-masing. Urusan beli baju itu kan urusan pribadi,” jelasnya.

Di sisi lain Habibul menyampaikan, untuk PPDB online tahun pelajaran 2020/2021 jenjang pendidikan sekolah menengah di Kota Padang, bakal mulai dibuka, Rabu besok (17/6). “Sesuai jadwal, akan mulai dibuka 17 Juni. Untuk informasi lebih rinci calon siswa bisa mengunjungi laman yang kami sediakan psb.diknaspadang.id,” ungkapnya.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang ini menjelaskan, PPDB online terbagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, PPDB jalur afirmasi dengan kuota maksimal 15 persen, perpindahan tugas orang tua atau wali maksimal 5 persen, dan prestasi akademis maksimal 30 persen.

Sementara tahap dua, PPDB jalur zonasi dengan kuota maksimal 50 persen, perpindahan tugas orang tua atau wali untuk pemenuhan kuota, maksimal 5 persen.

Pendaftaran tahap dua, berlaku bagi calon siswa yang tidak diterima atau yang tidak mendaftar pada tahap pertama. “Pada pendaftaran tahap dua, calon siswa dapat memilih dua sekolah zona,” tukas Habibul. (i)