Jadwal UTS SMP/SD Tergantung Sekolah

ilustrasi. (jawapos.com)

Dinas Pendidikan Kota Padang menyerahkan sepenuhnya jadwal dan teknis pelaksanaan ujian tengah semester (UTS) SD dan SMP di Kota Padang. Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi kepada Padang Ekspres, kemarin menjelaskan, jadwal pelaksanaan UTS tergantung kesiapan sekolah masing-masing.

“Jadwalnya tergantung sekolah, kita kasih ruang tapi pelaksanaannya sesuai kesiapan sekolah. Dinas Pendidikan tidak ikut mengatur terlalu detail soal itu. Yang kita atur itu Ujian Nasional. Kalau yang lain-lain itu tergantung sekolahnya,” katanya.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang ini menambahkan, begitu juga dengan teknis pelaksanaan UTS. Pihak sekolah diberikan pilihan untuk menggunakan sistem daring atau manual. “Sistem ujian itu banyak pilihan. Tergantung sekolahnya mau pakai sistem apa, mau manual atau daring silakan aja,” sebut Habibul.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Padang Junaidi kepada Padang Ekspres mengatakan, untuk kesiapan pelaksanaan UTS pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para siswa dan orangtua.

“Guru-guru juga sudah siap, sudah mengirimkan standar kompetensi lulusan dan kisi-kisi soal yang kemungkinan akan keluar pada UTS nanti. Jadi guru-guru sudah siap,” ujarnya.
Selain itu, sambung Junaidi, SMPN 5 Padang juga sudah melakukan ujicoba pelaksanaan UTS sebanyak dua kali. Namun hasilnya, masih ada beberapa kendala teknis seperti jaringan internet error dan masalah server website UTS.

Baca Juga:  XL Bagi-bagi Kartu SIM Kuota 30GB ke Pelajar Madrasah

Agar tidak terjadi masalah dan untuk lebih mematangkan kesiapan, jadwal UTS di SMPN 5 Padang diundur. Dari sebelumnya 14-18 September akan dilaksanakan minggu depan mulai 21-25 September.

Jadwal ini sesuai kesepakatan dan keputusan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) jenjang pendidikan SMP negeri dan swasta di Kota Padang. “Kita akan tetap melaksanakan UTS dengan sistem daring. Jadi, anak-anak nantinya bisa login dengan menggunakan username dan password yang telah diberikan ke website, lalu mereka bisa mengerjakan soal di rumah,” ungkap Junaidi.

Sementara bagi siswa yang tidak memiliki android akan difasilitasi untuk bisa mengikuti UTS di labor komputer sekolah. “Tercatat ada sekitar 24 orang siswa kita yang tidak memiliki android. Jadi mereka akan ikut UTS di sekolah,” papar Junaidi. (i)