Perilaku Baru Akibat Pandemi, Digitalisasi Kini jadi Kebutuhan Pokok

40

Banyak hal yang ditimbulkan dari adanya interaksi digital, terutama bagi mereka para pengusaha yang saat ini sudah seharusnya tidak menyampingkan dunia online.

Anggota DPR RI dari Komisi I, Fadli Zon mengatakan teori globalisasi menuntut manusia membuat perubahan secara cepat. Pada era pandemi Covid-19 ini adanya pergeseran perilaku masyarakat. Interaksi digital telah membuat berjuta kata dan tulisan berterbangan di angkasa dan siap menjelajahi pelosok negeri ini.

“Sebenarnya perubahan sosial ini lantaran pandemi Covid-19 ini sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi melalui digitalisasi yang tanpa kita sadari sudah merealisasikannya,” ungkap Fadli.

Lebih jauh, Fadli melihat selama masa pandemi, jejak komunikasi digital yang terjadi belakangan ini telah meningkat melampaui kebiasaan sebelumnya. Perubahan ini tanpa disadari telah membentuk aktivitas baru semenjak berlakunya kebijakan Pemerintah seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah di rumah.

“Perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat yang kian berkembang tidak mengenal tempat dan waktu menyebabkan digitalisasi mudah diterima masyarakat dunia. Kemudahan akses internet terbukti memudahkan masyarakat melakukan apapun, dimanapun dan kapanpun,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan saat ini kebutuhan masyarakat kebanyakan bukan hanya sandang, pangan dan papan melainkan hal lain yang menjadi keperluan pokok masyarakat adalah adanya dukungan perangkat digital. Pandemi Covid-19 diyakini telah mempercepat era digitalisasi di Tanah Air. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan rintisan untuk masuk ke berbagai sektor termasuk pemerintahan.

Baca Juga:  Terpilih sebagai PT Mitra, Unes Selenggarakan Program RPL Daring

“Bahwa ada instrumen baru di generasi milenial dan situasi ini membuat kebutuhan tidak hanya sandang, pangan dan papan. WiFi atau sinyal internet juga sekarang memiliki peran seperti kebutuhan layaknya makan setiap hari,” ucap Yuliandre Darwis saat menjadi pemateri diskusi berbasis daring yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dengan tema “E-Learning: Pemanfaatan Digitalisasi di Masa Pandemi” di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Presiden OIC Broadcasting Regulatory Authorities Forum (IBRAF) periode 2017-2018 ini mengungkapkan era pandemi Covid-19 ini sering dengan kehidupan yang berubah lebih banyak di rumah. Kebiasaan pengguna gadget pun berubah, khususnya berkenaan dengan waktu pemakaian media sosial. Perkembangan teknologi dan digital membuat perilaku berinternet juga semakin meningkat. Namun hal yang perlu dipahami adalah penggunaan internet harus tetap bijak agar pengguna tidak terlalu bergantung dari telepon pintar dan internet.

“Sadar atau tidak, perilaku baru akibat pandemi hari ini konten digital sudah mendominasi,” ungkap pria yang akrab disapa Andre ini.

Menurut Andre, berdasarkan hasil penelitian dari Bank Indonesia (BI) terjadinya peningkatan transaksi berbasis daring per Mei 2020 sebanyak 17,31 persen. Adaptasi penjualan dengan daring juga menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh industri ekonomi kreatif. “Salah satu cara dan jangan sampai lewatkan momen ini. Anak muda harus gunakan kesempatan ini untuk lebih kreatif, tidak perlu yang mewah. Era digital ini memiliki dampak yang luar biasa,” katanya. (rel)