Padang Zona Kuning, PBM masih Daring

39
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi. (Foto: IST)

Kota Padang berada dalam zona kuning pandemi Covid-19. Karena itu, pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) tahun ajaran baru 2020/2021 di Kota Padang belum bisa dilakukan di sekolah. Tapi tetap dilakukan di rumah masing-masing siswa secara online atau daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan, saat ini Kota Padang masih berada dalam zona kuning, dimana kasus pasien positif Covid-19 masih ditemukan setiap harinya. Dengan demikian, PBM belum bisa dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.

Habibul menjelaskan, Kemendikbud telah menetapkan keputusan terkait pembukaan sekolah. Keputusan tersebut di antaranya bagi sekolah yang berada di zona hijau maka sekolah bisa dibuka, namun hanya dibuka 6 persen.

“Jadi beberapa sekolah di zona hijau bisa dilakukan tatap muka namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sedangkan bagi sekolah-sekolah yang berada di zona merah, kuning, dan oranye, maka 94 persen dilakukan pembelajaran secara daring,” jelasnya.

Namun pastinya pembukaan sekolah di Kota Padang tergantung dari tren kasus positif Covid-19 dan keputusan dari Kemendikbud RI. “Kalau untuk tahun ajaran baru 2020/2021 sudah ditetapkan waktunya yaitu tanggal 13 Juli 2020 dengan menggunakan sistem online,” beber Habibul.

Di sisi lain, jika nanti sekolah-sekolah sudah dibuka, maka aktivitas PBM di sekolah diatur sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) No. 49 Tahun 2020. Di antaranya, menyediakan sarana prasarana cuci tangan dengan perbandingan 1 banding 50 siswa, memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar, menyediakan hand sanitizer di setiap ruangan dan membersihkan serta melakukan penyemprotan disinfektan sarana prasarana sekolah secara rutin setiap hari.

Lalu, melakukan cek suhu tubuh siswa, guru, penjaga sekolah, dengan thermogun sebelum memulai aktivitas belajar mengajar dan semua warga sekolah termasuk tamu wajib menggunakan masker.

“Jika diketahui ada siswa, guru atau penjaga sekolah yang suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat Celcius, pimpinan sekolah itu mesti melaporkan puskesmas terdekat, untuk dilakukan prosedur penanganan Covid-19,” katanya.

Dalam memberikan pembelajaran, sambungnya, guru memakai plastik pelindung wajah. Dan menjaga jarak aman minimal satu meter antar siswa. Saat pola pembelajaran tatap muka hanya 50 persen dari jumlah siswa atau maksimal 16 orang untuk satu kali pembelajaran dalam satu rombongan belajar.

“Begitu juga dengan jumlah jam pelajaran, setiap hari hanya 50 persen dari beban kurikulum normal. Kekurangan jam pelajaran diberikan guru kepada siswa dalam bentuk tugas mandiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, siswa diwajibkan membawa bekal makanan sehat dari rumah dan penanggung jawab sekolah mesti menutup tempat bermain di sekolah dan meniadakan olahraga langsung yang menimbulkan kontak langsung sesama siswa.

“Semua warga sekolah dan tamu yang mengalami gejala demam, atau batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, bersin, dilarang ke sekolah dan lembaga pendidikan. Bagi warga sekolah yang baru datang dari daerah pandemi, wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari atau menunjukkan negatif tes swab,” tegasnya.

Menurutnya, semua rancangan aturan dan ketentuan pola hidup baru di sekolah dan lembaga pendidikan tersebut telah fix dan mendetil. “Namun, jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki, akan kami koreksi kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Habibul menyatakan setiap penanggung jawab sekolah dan lembaga pendidikan yang diketahui melanggar ketentuan tersebut, akan dikenakan sanksi administrasi berupa teguran tertulis oleh Dinas Pendidikan Kota Padang.

“Jika sudah diberikan teguran tertulis dan masih melakukan pelanggaran, akan dikenakan sanksi denda minimal Rp 500 ribu maksimal Rp 1 juta oleh Satpol PP didukung oleh Dinas Pendidikan,” tukasnya.

Sementara itu beberapa sekolah di Kota Padang masih menunggu keputusan dari Disdik kota Padang dan Pemerintah terkait pembukaan kembali aktivitas PBM di sekolah.
Kepala SMPN 15 Padang, Hasyuni Harti kepada Padang Ekspres mengaku sudah siap jika sekolah kembali dibuka. Hanya saja saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari Disdik kota Padang terkait keputusan pembukaan tersebut. “Terkait kapan dibuka, ya kami serahkan kepada Disdik Kota Padang. Kami secara umum sudah siap,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika nantinya sekolah dibuka, pihaknya telah melengkapi fasilitas sekolah sesuai dengan penerapan protokol kesehatan.
“Kami telah menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun pembersih, dan di setiap papan pengumuman, kita tempel aturan menggunakan masker selama di sekolah,” ujarnya. (*)