Didampingi Unand, KTH Trigona Mandiri Optimistis Tingkatkan Produksi 

52

Serangga merupakan hewan yang paling banyak jumlah jenis dan individunya di alam karena kemampuannya untuk berkembang dan beradaptasi yang tinggi terhadap kondisi sumber daya dan lingkungan sekitar.

Disamping kehadiran serangga yang terkadang dipandang cenderung merugikan manusia, dikarenakan memang ada beberapa kelompok serangga yang tergolong hama, peranan serangga yang menguntungkan manusia juga tak kalah banyak.

Salah satu peranan serangga yang menguntungkan adalah serangga yang berperan sebagai pollinator atau penyerbuk, karena sangat membantu untuk terjadinya proses penyerbukan pada tumbuhan.

Diantara serangga yang berperan sebagai pollinator seperti kupu-kupu, kumbang, lalat dan tawon, lebah merupakan pollinator atau penyerbuk utama di berbagai belahan dunia. Di negara maju, peranan lebah sebagai pollinator telah dimanfaatkan berbahga usaha perkebunan besar dan terbukti sangat membantu proses penyerbukan secara signifikan, meningkatkan hasil pertanian sehingga mempengaruhi pendanaan hingga jutaan dolar pertahunnya.

Selain peranannya sebagai pollinator utama di alam, lebah, baik lebah bersengat maupun tak bersengat juga merupakan serangga yang dapat didomestikasi, atau dipelihara di lingkungan manusia untuk tujuan tertentu, sehingga produk berupa madu (hasil utama lebah bersengat) maupun madu, propolis dan bee polen (yang dighasilkan oleh kelompok lebah tanpa sengat/galo-galo) dapat dimanfaat kan secara langsung maupun melalui pengolahan terlebih dahulu.

Kabupaten Padangpariaman yang dikenal sebagai wilayah penghasil kelapa dan beberapa produk lainnya juga akan mendapatkan beberapa manfaat sekaligus jika memiliki koloni lebah pada perkebunan maupun pemukiman warga.

Selain membantu penyerbukan kelapa yang akan meningkatkan produksi kelapa, masyarakat petani dan peternak dapat pula memperoleh madu dan produk lebah lainnya.

Pengelolaan pemeliharaan lebah yang sesuai akan dapat pula membantu peningkaan perekonomian masyarakat. Apalagi pada era pandemi dengan tuntutan kehidupan New Normal yang menuntut kita memperhatikan vitalitas dan imunitas tubuh membuat konsumsi madu menjadi lebih tinggi dari biasa, sehingga pasar untuk produk lebah sangatlah menjanjikan.

Kamis (17/12/2020), di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kelompok Pengabdi Universitas Andalas yang terdiri dari beberapa dosen dari berbagai fakultas, alumni dan mahasiswa, seperti Dr. Henny Herwina, Dr. Jasmi, Dr. Yaherwandi, M Nazri Janra MA yang tergabung di dalam tim pengabdian masyarakat untuk membantu usaha berkembang bermitra dengan Kelompok Peternak Trigona Mandiri di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padangpariaman melakukan dialog agar saling memberi informasi, saran dan masukan serta menampung kendala dan harapan, agar dapat mendampingi usaha masyarakat secara berkelanjutan.

Pendampingan tim pengabdi Unand ini direncanakan akan dilakukan secara berkelanjutan selama beberapa tahun ke depan (2021-2024) dibawah dukungan langsung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (LPPM UNAND).

“Sejauh ini sebagian besar anggota kelompok peternak masih banyak yang dalam tahap pemula dalam peternakan lebah (beekeeping) sehingga pembekalan teknik masih perlu diberikan secara bertahap,” ujar Yance Andrianus Sp.D, Ketua KTH Trigona Mandiri.

“Ada 16 orang anggota yang tergabung pada KTH ini, beberapa orang berprofesi sebagai guru sekaligus petani dan peternak agar terus ada penghasilan,” sambung Darwis, Sekretaris KTH Trigona Mandiri.

“Pemahaman ilmiah kami mengenai berbagai hal terkait peternakan lebah masih perlu ditingkatkan lagi, misalnya untuk perbanyakan pakan, perbanyakan koloni hingga ukuran kotak pemeliharaan yang standar’, tambah Haswiramartha, anggota KTH Trigona Mandiri yang mengaku telah memiliki puluhan koloni lebah di rumahnya.

“Hasil dialog hari ini sangat penting terutama dalam merancang program pengabdian untuk beberapa tahun ke depan, apalagi dari kajian kami ke beberapa wilayah di Sumatera Barat, Kabupaten Padangpariaman memiliki jenis lebah tanpa sengat (galo-galo) yang tak ditemukan di semua wilayah peternakan lainnya di Sumbar,” ujar Dr. Henny Herwina.

“Harapan dan kendala yang dihadapi mitra saat ini, terutama untuk teknik peternakan standar perlu kita tindaklanjuti agar hasil usaha dapat maksimal,” ujar Dr. Jasmi yang merupakan pakar lebah alumni Unand dan sekarang tengah mengabdi di STIKES Indonesia.

“Pemilihan tanaman pakan yang berpotensi baik serta managemen penamaman yang tepat perlu dibantu pengarahannya, sehingga lebah selalu mendapatkan pakan yang cukup sepanjang tahun dan produk lebah selalu optimal, ” tambah Dr. Yaherwandi dari Fakultas Pertanian Unand.

“Sambil membenahi sistim peternakan lebah agar lebih optimal, melalui berbagai kegiatan LPPM, perwakilan peternak terus kita didampingi agar lebih mampu mengolah produk lebah seperti madu, propolis dan produk turunan lainnya, hingga layak dipasarkan dan memiliki legalitas dari dinas terkait. Pada minggu kedua Desember, ketua kelompok KTH Trogona Mandiri telah mengikuti pelatihan pengurusan PIRT yang diadakan LPPM UNAND yang akan sangat berguna untuk prngrtshusn pengolahan dan pemasaran produk madu dan turunannya. Pada 19 Desember 2020 akan dilanjutkan dengan Bimtek Pengurusan Izin Usaha yang juga dikelola oleh Inkubator Bisnis dan Teknologi LPPM UNAND dan dapat diikuti oleh dosen dan mahasiswa serta para mitra yang didampingi, ” jelas Henny yang sangat mengapresiasi dukungan universitas sebagai bagia dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. (rel)