Sekolah Dilarang Pungut Sumbangan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam, Isra. (net)

Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Agam dilarang memungut sumbangan komite dan uang perpisahan atau kenang-kenangan ke peserta didik. Bahkan sekolah mulai tingkatan SD hingga SMP sederajat, tidak dibenarkan menahan rapor, ijazah atau tanda kelulusan siswa karena masalah keuangan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam, Isra menyebut, pandemi Covid-19 yang menerpa tanah air, khususnya di Agam berdampak hampir di semua lini. Baik masyarakat ekonomi lemah, menengah maupun kuat.

“Pemkab Agam turut bertanggung jawab membuat kebijakan dalam meringankan beban masyarakat, terkait pandemi Covid-19. Salah satunya meringankan beban masyarakat di bidang pendidikan,” kata Isra di Lubukbasung, Minggu (21/6).

Ditegaskan, sekolah tidak diperbolehkan mengutip sumbangan yang mengatasnamakan komite dalam bentuk apapun. Begitu juga pungutan uang kenang-kenangan, uang perpisahan, cenderamata dan sebagainya bagi siswa yang akan menamatkan pendidikan di tahun ajaran 2019/2020, pun tidak dibenarkan. “Pembebasan sumbangan komite dan biaya perpisahan tersebut adalah hal yang dapat mengurangi beban peserta didik dan wali murid,” terang Isra.

Terlebih, sejak pemberlakuan proses belajar mengajar dengan sistim online, para orangtua sudah menghabiskan biaya membeli paket untuk anaknya. Belum lagi biaya memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sementara ekonomi sedang terpuruk. “Jadi, jangan tambah lagi beban mereka. Untuk itu kita membebaskan sumbangan komite dan uang perpisahan di sekolah. Mulai tingkat SD dan SMP,” paparnya.

Selain itu, dirinya juga mengimbau agar kepala SD dan SMP tidak menunda atau menahan penyerahan Surat Keterangan Kelulusan siswa yang belum menyelesaikan seluruh administrasi sekolah. Sekolah katanya, tidak dibenarkan menahan Ijazah atau rapor siswa yang masih terbentur masalah keuangan.

“Kita imbau agar Kepala SD dan SMP Swasta untuk memberikan Surat Keterangan Kelulusan kepada siswa, sehingga para peserta didik tidak terhalang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” pintanya.

Pihaknya telah mengedarkan pemberitahuan itu ke sekolah-sekolah di Agam untuk dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. “Kami akan tegur sekolah yang masih memungut sumbangan komite dan sumbangan lainnya dari siswa. Sementara, untuk sekolah tingkat SLTA imbauan ini disampaikan Dinas Pendidikan Pemprov Sumbar,” tuturnya.

Di sisi lain, tambahnya lagi, menyusul tahun ajaran baru pihaknya akan menggunakan sistem aplikasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Agam. Disdikbud akan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Agam untuk sistem PPDB via online itu. “Nantinya, bagi calon peserta didik, tidak perlu lagi datang ke sekolah untuk mendaftar. Hanya tinggal membuka aplikasi dan mengisi data sesuai petunjuk yang ada di dalam aplikasi PPDB online,” jelas Isra.

Namun, dikarenakan aplikasi ini baru, jadi tahun sekarang dilakukan tahap uji coba di Kecamatan Lubukbasung, pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Hal ini dikarenakan, perlunya mengevaluasi kelemahan dan kekurangan aplikasi. Agar pada tahun berikutnya bisa sempurna dan bisa diterapkan di seluruh sekolah yang ada di Kabupten Agam,” tutupnya. (p)