DPRD Kota Padang “Kawal” PBM Tatap Muka 2021

119

Rencana Pemerintah via Menteri Pendidikan yang ingin membuka PBM tatap muka pada Januari 2021, mendapat dukungan DPRD Kota Padang.

“Kita dukung, sepanjang stakeholders dan masyarakat sekolah berkomitmen melakukan dan mengawasi protokol kesehatan dengan seksama. Jika hal itu tidak siap dilaksanakan, kita jelas akan menolaknya. Jadi, kita lihat dulu kesiapan itu jelang Januari 2021 tersebut,” ujar Anggota DPRD Padang, Helmi Moesim, Minggu (22/11/2020).

Ia  menegaskan, Pemerintah daerah harus memastikan syarat-syarat pembukaan sekolah tatap muka itu, terpenuhi.

Di antaranya, sediakan bilik disinfektan, wastafel dan sabun untuk cuci tangan, hingga pola pembelajaran yang fleksibel.

Kita juga akan cek sekolah, yang harus memastikan meja belajar di dalam kelas sudah dalam posisi physical distancing. 

Anggota DPRD Padang Nila Kartika juga menyambut baik rencana itu. “Pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka sudah menjadi kebutuhan, khususnya di Kota Padang. Sebab pembelajaran daring tidak bisa berjalan efektif,” ujar Nila.

Di beberapa kecamatan, katanya, selama pandemi, siswa benar-benar tidak bisa belajar karena sekolah tutup. “Kondisi ini sesuai laporan World Bank terkait dunia pendidikan Indonesia, akan memunculkan loss learning, atau kehilangan masa pembelajaran,” ucapnya.

Nila juga mengusulkan waktu belajar harus fleksibel, misalnya siswa cukup datang sekolah 2-3 seminggu dengan lama belajar 3-4 jam saja.

Ia juga meminta pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar tersedia di sekolah. Sarana sanitasi, seperti toilet dan tempat mencuci tangan juga akan diperhatikannya.

Anggota lainnya, Faisal Nasir, berharap Pemko Padang segera menanggapi dan menyusun prokes dalam pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021.

“Saya berharap Pemko segera menyusun persiapannya dan segala hal yang berkaitan dengan pembelajaran tatap muka baik dari fisik, kesehatan, sampai anggaran pendanaannya harus dipersiapkan,” jelasnya.

Ia juga menekankan, jangan sampai pembelajaran tatap muka menjadi ajang uji coba bagi peserta didik.

“Saya juga menekankan, pembelajaran tatap muka jangan sampai ada uji coba, kasihan peserta didik jika sampai uji coba menimbulkan masalah di kemudian hari, oleh karenanya mulai sekarang di persiapkan betul,” kata dia.

Terpisah, pengamat pendidikan dari UNP Dr Fitri Arsih mengatakan sah-sah saja sekolah dibuka lagi, asal masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Juga jangan samakan daerah satu dengan lainnya. Jika daerah itu siap, dan penurunan kasus Covid-19 nya signifikan, maka sekolah di daerah tersebut bisa dibuka,” ucapnya. (*)