Yuliandre: Bisnis Era Baru Peluang bagi Masa Kini dan Masa Mendatang

25
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis. (Foto: IST)

Kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan sebelum pandemi Covid-19 menyerang. Beberapa penyesuaian dilakukan seperti dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan atau sering disebut dengan normal baru.

Dana Moneter Internasional (IMF), bahkan menegaskan, perekonomian dunia akan mengalami krisis keuangan terburuk dan diproyeksi bakal mengalami kontraksi hingga 3 persen pada 2020.

“Situasi pandemi ini membuat turbulensi pada tatanan seluruh elemen ekonomi dunia, berdampak sangat dahsyat. Krisis global secara menyeluruh hampir melumpuhkan ekonomi dunia,” ungkap Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis saat menjadi pembicara dalam diskusi daring dengan tema “Spirit Komunikasi Bisnis IT di Era New Norma” diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Maarif di Ciamis, Jawa Barat (22/6/2020).

Yuliandre menegaskan saat masa pandemi Covid-19, kebutuhan masyarakat pada umumnya akan bertambah. Pria yang akrab disapa Andre, memastikan bahwa adanya kebutuhan manusia yang baru, yaitu jaringan internet yang cepat dan daya tahan baterai ponsel pintarnya. “Internet saat ini menjadi kebutuhan ditengah era normal baru. Penetrasi dunia IT saat ini mendadak naik,” papar Andre.

Mantan Uda Sumbar ini, mengungkapkan beberapa hal penting yang bisa dilakukan untuk membangun dan mempertahankan kembali bisnis saat memasuki tatanan normal baru. Peluang ekonomi digital yang lahir sebagai wujud dari revolusi industri 4.0 ini diyakini mendapatkan tempat yang luar biasa saat pandemi Covid-19. Pembatasan interaksi fisik antar manusia menyebabkan berbagai bentuk transaksi ekonomi dilakukan secara jarak jauh atau daring dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Penggunaan teknologi digital akan memperbaiki proses produksi dan meningkatkan efisiensi. Bisnis era baru adalah peluang bagi masa kini maupun masa mendatang. Jika berjalan lancar, komunikasi bisnis era baru ini menawarkan efektifitas luar biasa,” jelas Andre.

Lebih lanjut, Andre mengungkapkan adanya pola strategi dalam komunikasi bisnis di era digital ini. Dengan strategi komunikasi bisnis yang tepat, bisnis di era tatanan baru ini akan terus berjalan, bahkan akan lebih produktif dibanding di fase sebelumnya.

“Dengan menunjukkan kepedulian hingga membuka pasar lewat banyak saluran digital untuk menikmati semua manfaat pemasaran multichannel tanpa berinvestasi di tim yang lebih besar,” tandasnya.

Sementara, Ketua STAI Al-Maarif, Jamiludin Hidayat, mengatakan adaptasi kebiasaan baru merupakan cara merubah perilaku, gaya hidup, dan kebiasaan.

Keadaan di mana ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dilonggarkan, protokol kesehatan tetap dilakukan sehingga masyarakat tetap bisa produktif dengan tetap mencegah terjangkit virus korona.

“Dewasa ini masing-masing daerah harus berjibaku untuk mengambil langkah penyesuaian terhadap situasi pandemi Covid-19. Sejumlah persiapan dilakukan untuk menuju tatanan kehidupan baru atau new normal,” jelas Hidayat. (*)