Hendri Nofrianto Ketua APTISI Wilayah X-A, Genjot Kuantitas & Kualitas PTS

19

Kegiatan Musyawarah Wilayah VI Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X-A Sumatera Barat (Sumbar) telah selesai digelar di UPI Convention Center (UPI CC), Rabu (22/6).

Muswil sekaligus pemilihan Ketua APTISI Wilayah X-A. Pada acara pemilihan tersebut, terpilih Rektor ITP Hendri Nofrianto sebagai Ketua APTISI Wilayah X-A periode 2022-2026.

Dalam sambutannya setelah terpilih Hendri Nofrianto mengatakan pada Muswil APTISI Wilayah X-A ini dirinya tidak ada persiapan sama sekali untuk menjadi ketua. “Jujur. Ini amanah yang diberikan kepada saya Insya Allah harus dilaksanakan karena ini untuk  kepentingan bersama perguruan tinggi,” ujar Hendri

Kemudian Hendri Nofrianto menyampaikan visi dan misinya selaku ketua. Dirinya akan diskusi dengan tim formatur yang berjumlah delapan orang, terdiri dari unsur yayasan yaitu: Muhammad Ridwan, Afdhal Amran, Afnelly Rafki, dan unsur pimpinan perguruan tinggi yaitu Riki Saputra, Ansofino,, Sarjon Defit, unsur pengurus lama yaitu Novirman Jamarun dan Zulfa Eff Uli Ras.

Tim formatur ini diamanahkan selambat-lambatnya tiga bulan ke depan sudah membentuk struktur organisasi.

“Setelah dilakukan pembicaraan dengan bapak Nofirman dan bapak Zulfa, beliau meminta selambatnya dua minggu ke depan struktur organisasinya sudah terbentuk,” kata Hendri.

Sementara itu, untuk visi ke depan akan dilakukan perubahan terhadap visi yang sudah ada yaitu bagaimana bisa menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional atau “World Class University” tahun 2040. Hal itu sudah berjalan di tahun 2022, maka visi tersebut akan dikembangkan menjadi 2050 bagaimana membawa perguruan tinggi di Sumbar ini menjadi World Class University. Program kerjanya tidak muluk-muluk, katanya bagaimana kemudian bisa mengangkat kualitas dan kuantitas PTS yang ada di Sumbar.

“Karena dari 92 PTS di Sumbar yang betul-betul baik secara pendapatan maupun roda organisasi pendidikan tinggi tidak sampai 30 persen. Sementara 70 persen itu jumlah mahasiswa masih di bawah seribu orang. Malahan ada beberapa perguruan tinggi di Sumbar yang jumlah mahasiswanya nol atau tidak ada sama sekali. Ada juga empat puluh orang mahasiswa,” tutur Hendri.

Pihaknya akan mencoba menyamaratakan kuantitas. Artinya sama-sama naik masalah kuantitasnya dan kualitas itu menjadi program, yaitu sharing antara perguruan tinggi yang maju dengan perguruan tinggi yang ingin maju. Caranya sharing seperti pelatihan, tukar pikiran dan pertukaran pelajar.

Kemudian Hendri juga menambahkan bahwa APTISI wilayah X-A itu membutuhkan media untuk bisa mendukung berjalannya kinerja bagi APTISI serta membantu dalam memberikan informasi kepada masyarakat itu sendiri.

Baca Juga:  Permudah Kinerja, PTPN VI Luncurkan Inovasi Bank Data

Hendri menginginkan adanya peningkatan terhadap kualitas perguruan tinggi di Sumbar yang harus dikawal secara bersama-sama. Pihaknya akan menumbuh kembangkan dan menyosialisasikan kepada rekan-rekan dari PTS yang lainnya. “Teknologi yang sangat luar biasa saat ini tanpa disadari mengubah cara berpikir dan bertindak untuk seluruh kegiatan yang ada di dunia, termasuk sudah dua tahun mengalami pandemi ini kuliah berubah dari sebelumnya tatap muka menjadi daring.

Sementara itu, selaku Ketua APTISI sebelumnya Zulfa Eff Uli Ras mengatakan, rapat pemilihan pejabat ketua sudah mulai dilakukan pada 11 Desember 2020 yang dilakukan secara “daring” dan lengkap dihadiri pengurusserta dibuka oleh Ketua Umum Budi Djatmiko.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Nomor 77/SK/PP-APTISI/XII/2020 tanggal 14 Desember 2020 keluarlah Penetapan Pejabat Ketua. Namun karena Pandemi Covid-19 yang masih mengganas sampai Desember 2021, maka rapat tatap muka langsung baru dilaksanakan pada 21 Januari 2022 di Kampus UPI YPTK di Gedung UPI Convention Center.

Rapat membahas beberapa permasalahan yang dihadapi PTS Sumatera Barat saat sekaligus membahas rencana Muswil, Serta pemilihan ketua APTISI yang baru.

“Hal ini perlu kita lakukan untuk melihat permasalahannya dan dicarikan alternatif penyelesaiannya. Melalui Muswil ini, diharapkan ini bisa dijadikan sebagai permasalahan pokok yang akan jadi kerangka program kerja akan datang. Diharapkan setelah Muswil ini akan dilanjutkan Rakerwil menyusun program kerja oleh Pengurus Baru APTISI Wilayah X-A masa bakti 2022-2026,” ujar Zulfa

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi berharap terjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, seperti Korea dan kemudian di Australia serta Timur Tengah.

“Saya kira ini juga harus dipertahankan dan kemudian kita kan banyak program kegiatan di OPD-OPD kita seperti contohnya konsen dengan pertanian dan berpeluang melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi swasta yang memiliki jurusan pertanian, peternakan, kemudian juga perikanan ini juga bisa dilakukan kerjasama,” tuturnya

Kemudian, lanjut gubernur, pihaknya fokus pada UMKM yang bisa dikerjasamakan dengan perguruan tinggi swasta sehingga bisa saling menguatkan.

SKetua Organizing Committee (OC) Muswil Aptisi wilayah X-A Sumatera Barat, Muhammad Ridwan SE, MM dalam sambutannya dia bersyukur karena sangat antusiasnya peserta yang hadir, baik pimpinan perguruan tinggi maupun yayasan.(cr6)