410 Orang Mengundurkan Diri

Ilustrasi. (net)

Sebanyak 10.219 dari 10.629 orang peserta didik baru yang diterima pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap pertama jenjang pendidikan SD, telah melakukan pendaftaran ulang. Artinya, mereka telah dipastikan akan menjadi peserta didik baru tahun pelajaran 2020/20218.

Kepala Bidang SD dan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Syafrizal Sair kepada Padang Ekspres, kemarin (23/6) mengatakan, peserta didik baru yang diterima pada PPDB SD tahap pertama sebanyak 10.629 orang. Tapi yang melakukan pendaftaran ulang sebanyak 10.219, sisanya, 410 mengundurkan diri. “Jadi, 10.219 orang peserta didik baru yang telah melakukan pendaftaran ulang itu, telah resmi menjadi peserta didik baru,” ungkapnya.

Namun demikian, sambungnya, untuk memenuhi kuota yang jumlahnya 12.917, sebanyak 483 orang peserta didik akan diterima pada PPDB SD tahap kedua yang telah berakhir 23 Juni kemarin. “Proses PPDB SD ini, alhamdulilah secara umum berlangsung aman dan lancar. Namun, ada satu atau dua orangtua calon peserta didik baru mengalami kendala,” imbuhnya.

Syafrizal menyebutkan, kendalanya terkait usia anak masih kecil seperti usia 6,2 tahun dan 6,3 tahun, sementara usia terendah calon peserta didik baru yang diterima adalah 6,6 tahun.

“Jadi anaknya tidak diterima, padahal tempat tinggal atau rumah mereka di dekat sekolah tersebut, kami telah mencarikan solusi dengan meminta kepada para orangtua tersebut untuk mendaftarkan anaknya kembali pada PPDB tahap kedua,” imbuhnya.

Syafrizal mengatakan, kelulusan PPDB SD tahap kedua akan diumumkan Rabu ini (24/6). Peserta didik baru yang dinyatakan lulus akan langsung melakukan pendaftaran ulang.
“Selanjutnya, tahun pelajaran baru akan dimulai 13 Juli mendatang. Ini sudah sesuai dengan ketetapan dari Dinas Pendidikan Kota Padang,” ujarnya.

Proses PPDB SMP Tahap Verifikasi Data
Lebih lanjut, Syafrizal menyampaikan, untuk proses PPDB SMP saat ini sampai 27 Juni mendatang, masih dalam tahap verifikasi data registrasi peserta didik. Pasalnya, calon peserta didik baru telah melakukan registrasi online mulai 17 hingga 20 Juni.

Setelah proses verifikasi data registrasi peserta didik nanti, bagi calon peserta didik baru yang tidak teregistrasi atau mengalami masalah seperti NISN-nya salah atau ganda, bisa melakukan registrasi ulang secara online. “Nanti kami buka tahap berikutnya agar calon peserta didik baru bisa melakukan registrasi ulang kembali. Untuk server sudah aman,” katanya.

Tahap pendaftaran mulai dibuka tanggal 30 Juni mendatang. Syafrizal menyebutkan, pihaknya masih mengumpulkan data peserta didik yang tinggal kelas dari masing-masing SMP di Kota Padang, untuk mengetahui kuota peserta didik baru yang akan diterima tahun pelajaran 2020/2021 ini.

“Kuota SMP belum lagi, karena kami baru meminta kepada pihak sekolah tentang data peserta didiknya yang tinggal kelas. Setelah itu baru kita tahu berapa kuota peserta didik baru yang akan diterima masing-masing sekolah dan total keseluruhannya,” tukas Syafrizal.

Ombudsman Belum Terima Laporan
Sementara itu, Ombudsman RI Perwakilan Sumbar saat ini belum menerima pengaduan dari masyarakat Kota Padang, khususnya orangtua calon siswa terkait pelaksanaan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP di Kota Padang.

Tim PPDB Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Rahmadian Novert kepada Padang Ekspres, Selasa (23/6) mengatakan, sejak dilaksanakannya PPDB online SMP di Kota Padang, Ombudsman RI Perwakilan Sumbar belum menerima laporan ataupun pengaduan dari masyarakat terkait PPDB SMP.

Saat ini, pihaknya kebanyakan menerima laporan dan pengaduan masyarakat tentang pelaksanaan pendaftaran PPDB SMA/SMK di mana masyarakat sulit untuk mengakses laman pendaftaran.

“Secara umum kami belum menerima laporan terkait PPDB online SMP di Kota Padang. Akan tetapi kami tetap dan selalu mengawasi pelaksanaan PPDB online SMP di Kota Padang,” jelasnya.

Novert menyampaikan, Ombudsman RI Perwakilan Sumbar telah membuka posko pengaduan kepada masyarakat khususnya orangtua calon siswa jika mengalami ataupun kesulitan dalam mendaftarkan anak mereka secara sistem online.

“Kami sejak pelaksanaan PPDB online SMP dan SMA/SMK telah membuka posko pengaduan. Untuk itu masyarakat bisa mengadukan atau melaporkan jika ada sesuatu hal yang dirasakan janggal,” ujarnya. (a/i)