Hidayat: Gubernur dan Kadisdik Jangan Main-main Soal PPDB Online

36
Tampilan website PPDB Online tahun 2020

Hingga batas akhir penerimaan pendaftaran calon siswa MA dan SMK berbasis aplikasi online yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Sumbar masih menuai kerisauan dan kekecewaan.

Dinas Pendidikan dinilai tidak siap menggunakan sistem pendaftaran berbasis online. Buktinya, dua hari sejak dibuka pada 22 Juni lalu, aplikasi langsung error.

“Gubernur dan Kadis Pendidikan harus bertanggung jawab atas kejadian yang mengecewakan dan tidak nyaman ini. Kenapa sistemnya tidak disiapkan sejak awal, kenapa tidak ada prediksi antara potensi jumlah pendaftar dengan sistem yang melayani sehingga proses pendaftaran tidak error,” tegas Hidayat anggota DPRD Sumbar saat dimintai komentarnya.

Ditegaskannya, yang dihadapi bukan para Kepala Sekolah melainkan puluhan ribu orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya ke pendidikan menengah.

“Meminta masyarakat bersabar dan tidak usah risau bukan solusi yang diharapkan masyarakat,” tambah Ketua Fraksi Gerindra ini.

Hidayat mengaku sejak dua hari ini puluhan warga menyampaikan keluhan langsung karena aplikasi http://ppdbsumbar2020.id tidak bisa diakses alias error.

Jadikan Pengalaman

Menurut Hidayat, jika kondisinya sudah error begini, ditenggarainya bahwa ada kebijakan dan teknis yang keliru saat membuat dan merancang bangun sistem PPDB berbasis online itu.

“Kenapa Kadisnya amatiran seperti ini, saya rasa bisa diantisipasi sejak awal bila Kadisnya serius dan sungguh-sungguh serta mau mendengar pendapat pihak yang ahli di bidang IT,” ujarnya.

Misalnya, bisa saja sistem penerimaan per kluster. Contoh, Kota Padang satu server, atau Dharmasraya, Sijunjung dan Tanahdatar satu server juga, atau melalui masing masing Cabang Dinas, namun tetap terkoneksi dengan server induk yang ada di Dinas. Setidaknya bisa mengantisipasi bandwidth yang terbatas. Lagian pendaftarannya sesuai zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah,” ucapnya.

“Sekali lagi, jangan main-main lah, apakah sudah ada pengalaman yang teruji soal ini, mestinya sejak awal Dinas Pendidikan bisa bekerjasama dengan pihak-pihak yang ahli di bidang IT seperti dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi khusus di bidang IT.

“Ini hak masyarakat, Pemrov harus memberikan kepastian dan fasilitas yang mampu menjamin memenuhi hak hak masyarakat atau calon siswa untuk mendaftar dengan lancar. Siapa sih orang tua yang tidak risau dengan kondisi sistem yang error begini. Jadi, Gubernur tidak cukup hanya dengan meminta masyarakat bersabar dan tidak risau. Tapi segara panggil Kadis Pendidikannya untuk menghasilkan solusi terbaik,” pinta Hidayat.

Linda, orangtua siswa Alif di Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, juga mengalami kejengkelan akibat anaknya tidak juga bisa mendaftar ke sekolah manapun sesuai zonasi, maupun afirmasi.

“Tiap malam juga sudah kami coba masuk ke web-nya, Pak, tapi tetap juga tidak bisa (error). Hari ini juga tidak bisa, dan katanya pendaftaran diperpanjang sehari dua hari,” ujar Linda kepada padek.co.

Sementara itu, Ketua PPDB Sumbar Suryanto,M.Pd mengatakan, sehubungan gangguan pada aplikasi dan server PPDB SMA dan SMK yang kami alami, maka disampaikan hal hal sebagai berikut :

1.Jadwal pendaftaran PPDB SMA dan SMK jalur zonasi, afirmasi, prestasi dan perpindahan tugas orang tua diperpanjang sebagaimana tertera di website PPDB

2.Website pendaftaran ppdbsumbar 2020.id untuk sementara dan akan dibuka kembali tgl 25 Juni pukul 10.00 Wib.

“Kami mohon maaf kepada calon peserta didik dan masyarakat atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.

Jadwal Pendaftaran Diperpanjang
Terpisah, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta siswa dan wali murid bersabar. Saat ini pihaknya sedang berusaha memperbaiki website tersebut agar bisa diakses para siswa.

Irwan menegaskan, akan menambah jadwal pendaftaran beberapa hari ke depan sehingga calon siswa bisa terakomodir untuk mendaftar ke SMA/SMK.

“Siswa dan wali murid jangan risau, jadwal pendaftaran bisa diperpanjang sehari dua hari. Tapi, sekarang kita fokus perbaikan website, mudah-mudahan cepat selesai,” katanya.

Irwan menyampaikan, penerimaan siswa baru merupakan kewenangan pemerintah provinsi, jadi soal jadwal bisa disesuaikan.

“Inikan kewenangan provinsi. Jadi kita bisa perpanjang jadwal pendaftaran. Nanti kita lihat beberapa hari akan diperpanjang. Tahap satu ini kan sampai 25 Juni,” jelas Gubernur. (hsn/rel)