Masuk Zona Merah, Pemkab Solsel masih Kaji Kebijakan Belajar di Sekolah

680
Plt Bupati Solok Selatan Abdul Rahman. (Arditono-Padang Ekspres)

Masih bertambahnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Solok Selatan, membuat daerah itu kini masuk dalam kawasan zona merah. Artinya Kabupaten Solok Selatan belum aman untuk memulai kembali proses belajar mengajar tatap muka di sekolah seperti yang direncanakan akan dibuka kembali pada 13 Juli mendatang.

“Bagaimana anak-anak bisa mematuhi jaga jarak, ini yang mustahil di level dunia pendidikan bisa didisiplinkan. Baik setingkat SD, SMP dan SMA,” ungkap Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman kepada Padang Ekspres, Rabu (23/6/2020).

Dia menegaskan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memutuskan tahun ajaran baru 2020-2021 akan dimulai pada bulan Juli 2020.

Di tengah situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Solok Selatan masih terjadi, menurut Abdul Rahman, proses belajar tatap muka di daerah ini sepertinya belum bisa dilakukan.

Bila nanti belum juga ada petunjuk dari Kemendikbud, pihaknya akan memperpanjang proses belajar mengajar secara online (daring) di rumah. “Situasi dan kondisilah yang menghambat, apalagi saat ini dalam dua hari sudah dua orang warga Solsel positif korona,” tegasnya.

Pasalnya kata Abdul Rahman, jika Pemkab Solok Selatan tetap memaksakan membuka kembali belajar tatap muka di sekolah, maka dikhawatirkan akan memperparah penyebaran Covid-19. Pasalnya, ada kekhawatiran para siswa belum memiliki kesadaran yang besar untuk mematuhi protokol kesehatan. “Bila tidak mematuhi protokol kesehatan, bisa saja sekolah menjadi penghantar penularan terbanyak nantinya. Ini yang kita khawatirkan saat kondisi masuk zona merah,” tuturnya.

Rencana Dibagi Dua Shift
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solok Selatan, Novrizon menjelaskan, pihaknya sudah membicarakan dengan seluruh tim pendidikan terkait rencana dibuka kembali aktifitas belajar di sekolah pada 13 Juli 2020.

Jika terealisasi, maka katanya, sekolah akan dibagi sesuai jadwal yakni untuk Sekolah Dasar (SD). Dimana untuk Kelas I dan IV sekolah hari Senin. Kelas II dan Kelas V sekolahnya hari Selasa, Kelas III dan IV sekolahnya hari Rabu.

Untuk tingkat SMP, pembagian jadwalnya, Kelas VII sekolahnya Senin, Kelas VIII sekolahnya Selasa, dan Kelas IX sekolahnya Rabu. Untuk jenjang SD dan SMP, jam belajarnya dikurangi 20-30 persen atau 12-20 menit setiap harinya.

“Pemberlakukan standar kesehatan Covid-19, kami sudah sidak disejumlah sekolah yang berpotensi memiliki jumlah murid besar. Tapi ini baru sekadar rencana, bila sudah ada kepastian bila Solsel betul-betul aman dari Covid-19,” jelasnya.

Kemudian kata Novrizon, sesuai protokol kesehatan, di setiap ruangan kelas hanya diperbolehkan 15 siswa. Setiap kelas harus disediakan tempat cuci tangan.

“Siswa dan guru wajib memakai masker di kelas dan di lingkungan sekolah. Jaga jarak dengan membatasi jumlah siswa,” paparnya.

Kemudian untuk jadwal masuknya, dibagi menjadi dua shift. Shift pertama masuk pukul 07.30 WIB, shift kedua pukul 08.00 WIB, supaya pulang siswa tidak berkerumunan. “Khusus siswa baru SD, anak diantar dan dijemput orangtua,” pungkasnya. (tno)