Satu-satunya di Indonesia, UNP Punya Prodi Kedokteran Olahraga

76

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh kehadiran Prodi Kedokteran Universitas Negeri Padang (UNP) dengan kekhususan kedokteran olahraga (Sport Medicine). Karena distribusi Dokter umum di Indonesia dengan kebutuhan masyarakat masih kurang.

Dan kondisi wabah pandemi Covid-19 banyak sekali merenggut nyawa tenaga kesehatan. Maka sangat diperlukan dokter umum untuk dibekali dengan kognitif dan keterampilan kedokteran olahraga untuk mengatasi permasalah yang ada di Indonesia khusus di Sumatera Barat.

Demikian sampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah pada saat pembukaan Prodi Kedokteran Universitas Negeri Padang (UNP) dengan kekhususan kedokteran olahraga (Sport Medicine) dan ceramah Ramadhan di Masjid Al-Azhar UNP, Sabtu (24/04/2021).

Gubernur mengatakan berkaitan dengan fakultas kedokteran olahraga, di Sumatera Barat belum ada fakultas kedokteran olahraga apalagi Indonesia juga belum ada. Dengan adanya prodi kedokteran olahraga ini itu sangat dibutuhkan untuk memberikan hak yang positif untuk Sumbar ke depan.

“Apalagi dengan hadirnya bangunan ini nanti tentu juga akan mendinamisasi perekonomian di Sumbar, tentu kami sangat mendukung hadirnya prodi ini, yang direncanakan pembangunan didirikan di Kota Bukittinggi,” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi prodi ini akan lebih menarik nantinya, karena satu-satunya di Indonesia yang akan menjadi salah satu diminati banyak orang terutama sangat dibutuhkan oleh pihak-pihak rumah sakit untuk tenaga dokter.

“Semoga dengan hadirnya pembangunan tersebut, dapat menjadi pemerataan pertumbuhan pergerakan ekonomi di Sumbar, keberadaan prodi ini perlu didukung, bahkan kita juga ingin hadir perguruan tinggi lainnya,” harap Mahyeldi.

Sementara itu, Rektor UNP, Prof. Ganefri menyebutkan progres pembukaan Prodi Kedokteran UNP dengan kekhususan olahraga. Persiapan ini sudah dilakukan sejak tahun 2018 sekaitan dengan mengingat bahwa UNP sendiri sudah terakreditasi A dengan tahun 2016.

“Dan pendirian prodi kedokteran UNP sebenarnya sudah ada MoU dengan Universitas Indonesia dengan Universitas Andalas dengan tujuan untuk keperluan pembinaan dan pengembangan dunia pendidikan kesehatan bersama,” sebutnya.

Baca Juga:  Dapat Vote Terbanyak, J. Uchiha-Zaikuza Menangkan Challenge! Ani-Goe

Selain itu Ia juga mengatakan fakultas kedokteran UNP dengan kekhususan olahraga ini akan dipusatkan dua tempat di Bukittinggi dan di kota Padang. Di Bukittinggi kita memakai RSUD Dr. Achmad Mochtar sebagai RS rujukannya. Karena RS itu ada 29 orang dokter spesialis, yang sudah menyerahkan ijazahnya sebagai dokter kemitraan klinis,” jelasnya.

“Dan kami juga sudah punya dosen tetap sebanyak 12 orang, Insha Allah tahun ini kami juga membangun RS tipe D di kawasan UNP, sekarang sedang proses lelang, RS ini aman, semuanya mendukung karena punya prodi keperawatan di UNP,” tambahnya.

Selanjutnya Tim Task Force Prodi Kedokteran UNP, Dr. dr. Linda Rosalina, Mbiomed mengatakan sudah pembangunan fakultas Kedokteran kekhususan olahraga Sport Medicine ini sudah mendapat dukungan oleh gubernur sebelumnya pada tahun 2019.

“Penunjukan RS Achmad Mochtar sebagai pendidikan kedokteran UNP, kemudian rekomendasi terkait dukungan untuk pendirian prodi kedokteran ini, dan kami juga sudah mendapat dukungan dari kabupaten/kota se Sumatera Barat” ujar Linda.

Ia juga mengatakan fakultas kedokteran ini nanti akan dibina langsung oleh fakultas kedokteran UI, dan fakultas kedokteran Andalas. Kita sudah melaksanakan FGD Fakultas Kedokteran UI dengan stakeholder rumah sakit dan dinas kesehatan serta seluruh perguruan tinggi negeri yang di Sumbar,

“Kita juga sudah mengadakan workshop untuk penyiapan kurikulum dengan FK UI. Dengan IDI Sumatera Barat kita juga sudah mendapatkan dukungan penuh dan kita juga sudah punya tahapan kerjasama dengan Fakulty perubatan UMKM Malaysia, termasuk MOU lainnya juga sudah dilakukan baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Linda. (rel)

Previous articleTanpa Ganti Nama, Ini Desain Platform Puncak Paku Mandeh
Next articlePeringkat 5 Publikasi Internasional, Rektor: Jangan Puas, Tingkatkan